Jepretnews.com – Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia. Di lansir dari times.co.id Dengan total potensi lahan mencapai 28.700 hektare, produksi kopi di Kabupaten Malang mencapai 866 ton pada tahun 2024.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, jenis kopi Robusta menjadi penyumbang produksi terbesar, dengan luasan lahan tanam mencapai 21.113 hektare.
“Kopi Robusta mendominasi dengan luasan lahan tanam mencapai 21.113 hektare, dan dari situ dihasilkan sekitar 15.057 ton biji kopi dari 17.814 hektare areal produktif,” kata Avicenna.
Selain kopi Robusta, jenis kopi Arabica juga ditanam di Kabupaten Malang, khususnya di daerah ketinggian seperti Ampelgading, Tirtoyudo, dan Poncokusumo. Meski luasan lahannya lebih kecil, kopi jenis ini tetap menjanjikan.
Namun, di balik angka produksi yang menjanjikan, petani kopi di Kabupaten Malang masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dan serapan industri pengolahan, serta ketergantungan pada perantara untuk menjual hasil panen.
“Lima atau enam tahun lalu, harga cherry merah masih di bawah Rp 6.000 per kg. Sekarang bisa Rp 12.000. Biji kopi kering OC kelas tiga sebelum panen sempat nyaris Rp 90.000 per kg, tapi turun jadi Rp 60.000 setelah panen,” ujarnya.
