Jepretnews.com – Kerajaan Arab Saudi telah memastikan tidak menerbitkan visa haji furoda tahun ini. Keputusan ini menimbulkan kekisruhan di Indonesia, karena ratusan jemaah haji furoda telah melakukan pembayaran dan persiapan untuk berangkat ke tanah suci.
Dilansir dari cnnindonesia.com Menurut Ketua Bidang Humas dan Media DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Abdullah Mufid Mubarok, keputusan ini merugikan pengusaha travel haji di Indonesia. Mereka telah membayar sejumlah layanan di Arab Saudi untuk calon jemaah furoda, dengan asumsi visa haji furoda bisa terbit seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Saya masih belum bisa menghitung, yang jelas di atas Rp100 [juta]-an. Kalau jumlah jemaahnya, misalnya sampai 50 ke atas, ya [kerugian] sudah di atas Rp1 M-Rp 2M,” kata Mufid, dilansir detkhikmah.
Mufid menyampaikan, para travel haji sudah menginput data dan mebayar layanan Masa’ir (layanan Arafah, Muzdalifah, Mina). Mereka juga telah memesan tiket pesawat dan hotel meski harganya melambung tinggi.
Beberapa travel bahkan sudah membawa calon jemaah furoda ke Jakarta, berharap visa turun di menit-menit terakhir.
“Ternyata sampai sekarang tidak ada yang terbit. Banyak travel yang sudah booking tiket dan hotel, bahkan ada yang dari bintang 3 di-upgrade ke bintang 5. Akhirnya rugi besar,” ujarnya.
Salah seorang calon haji furoda, Naufal, terancam batal berangkat haji tahun ini. Dia sudah berencana beribadah ke tanah suci bersama istrinya tahun ini, dan telah membayar ratusan juta rupiah sejak Ramadan lalu.
“Dari travelnya sendiri belum ada pembicaraan [kepastian visa] walaupun berita simpang siurnya visa sudah banyak. Tapi kalau dari travelnya sendiri belum menyerah sampai di titik akhir, yaitu di tanggal 31 Mei,” ucap Naufal dilansir detikHikmah, Kamis (29/5).
“Mudah-mudahan pihak travel bisa memberikan kepastian tentang keberangkatan kami,” ucap Naufal.
Menteri Agama Nasaruddin Umar berjanji turun tangan mengurus haji furoda. Dia memahami urusan ini tidak mudah, tetapi berniat menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
“Iya, iya. Kita lagi menunggu Saudi. Itu, kan, di luar kewenangan kami, ya. Tapi kami akan bantu, insya Allah,” ujar Nasaruddin.
Dok. ANTARA FOTO
