Kepahiang, Jepretnews.com – Sebuah kasus penahanan Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, memicu keheranan dan kekecewaan dari wali santri.
Menurut wali santri, anaknya masih memiliki tagihan uang makan yang belum dibayarkan sebesar Rp 7 juta. Namun, wali santri tersebut telah mencicil Rp 2 juta dan berjanji untuk melunasi sisa tagihan dalam beberapa bulan. Dikutif dari aspirasiterkini.com.
“Saat ini memang anak saya masih ada tagihan uang makan yang belum dibayar sebesar Rp 7 juta. Namun Senin 9 Juni 2025 pagi, saya sudah mencicilnya sebesar Rp 2 juta kepada pihak Ponpes, dengan harapan anak saya bisa diberikan SKL agar bisa mendaftar pendidikan lebih lanjut. Sementara untuk ijazah, saya tidak keberatan jika ditahan dulu oleh pihak Ponpes sampai uang tagihan lunas semua,” ujar wali santri tersebut.
Wali santri menambahkan “Tetap tidak bisa dikeluarkan oleh pihak Ponpes, karena itu saya bingung mau bagaimana lagi. Mohon kepada pemerintah setempat, baik itu pak bupati dan juga pak gubernur, maupun instansi terkait, agar anak saya ini bisa dibantu untuk mendapatkan SKL,” tuturnya dengan penuh harapan.
Sementara itu, Arifin, salah satu ustad di Ponpes Darussalam, menjelaskan bahwa pihak Ponpes sudah membantu pendidikan anak selama 3 tahun. Oleh karena itu, semua tagihan harus dilunaskan dahulu agar SKL bisa dikeluarkan.
“Orang tua santri yang bersangkutan memang sudah menghubungi kami, dia mengatakan belum bisa melunaskan sisa tagihan karena pembayaran UKT dan pelaksanaan KKN anaknya yang lain. Namun perlu diketahui, kami sudah bantu pendidikan anak, kami sudah asuh anak selama 3 tahun, makan minum dan lain-lain di pondok sudah kami bantu juga, jadi semua tagihannya harus dilunaskan dahulu,” ujar Arifin.
“Semua itu kami lakukan, agar tidak ada santri lain yang melakukan hal serupa, jadi SKL belum bisa kami keluarkan,” singkatnya.
Kasus ini memicu pertanyaan tentang keadilan dan kemampuan pihak Ponpes untuk memahami kesulitan santri. Apakah program bantu rakyat yang diusung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dapat membantu santri ini?
