Kepahiang, Jepretnews.com – Kabar menghebohkan datang dari kota Kepahiang! Putra dari salah satu pengusaha ayam petelur terbesar di Kepahiang ini, yang identitasnya masih dirahasiakan rapat-rapat.
Nedi, dengan raut wajah serius, menuturkan, “Perai ba kileah ka tun gidong panes kanit narkoba gidong teransisi” (“Sudah lah dulu Ka orang lagi panas kanit narkoba sedang teransisi.”) Kalimat ini sontak memicu beragam spekulasi.
Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar penegakan hukum di Kepahiang hingga unit narkoba disebut “lagi panas” dan “sedang transisi” atau ini hanya ucapan bualan belaka yang di ceploskan oleh oknum orang kepercayaan pengusaha ayam tersebut?
Tidak hanya itu, Nedi juga menambahkan detail yang membuat cerita ini semakin kompleks. Ia mengulang perkataan seseorang bernama Oka, yang menudingnya ingin ikut campur dalam bisnis haram tersebut. “Ndah ne uku lak ikut campur bisnis narkoba” (“Katanya aku ingin ikut campur bisnis narkoba kata Oka),” terang Nedi.
Ungkapan ini seolah membuka tabir adanya intrik internal dan perebutan pengaruh di dunia gelap narkoba, di mana putra pengusaha terkemuka di Kepahiang ini, kini diduga terlibat.
Keterlibatan seorang putra mahkota dari keluarga terpandang dalam kasus narkoba tentu menjadi sorotan tajam. Selama ini, keluarga tersebut dikenal memiliki reputasi yang bersih dan sangat disegani di Kepahiang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan serius ini. Namun, pengakuan dari Nedi, yang disebut-sebut sebagai orang terdekat, memberikan gambaran awal mengenai potensi skandal besar yang diduga kuat melibatkan anak bos pengusaha ayam tersebut.
Publik di Kepahiang dan sekitarnya kini menantikan kelanjutan dari dugaan yang menyeret nama besar ini. Apakah putra pengusaha telur ini benar-benar terbukti terlibat? Dan sejauh mana jaringan narkoba ini telah merasuk ke dalam lingkaran elite bisnis di Kepahiang? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari kasus yang menyita perhatian ini.?
