• Rab. Jul 29th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Duka di Muaro Bungo: Wakil Ketua I dan Anggota DPRD Kepahiang Dikabarkan Terlibat Kecelakaan Maut!

Byadmin_jepretnews

Sep 25, 2025

Jepretnews.com – Kabar mengejutkan menyebar begitu cepat di berbagai platform media sosial, menyeret nama Wakil Ketua I dan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepahiang.

Mereka dikabarkan mengalami kecelakaan tragis di wilayah Muaro Bungo, Jambi. Isu sensitif ini langsung memantik perhatian publik, terutama masyarakat Kepahiang, yang menuntut kejelasan dan kabar pasti mengenai kondisi wakil rakyat mereka.

Seketika, spekulasi dan rasa penasaran membanjiri linimasa. Banyak pihak mulai mencari sumber informasi kredibel untuk memverifikasi kebenaran kabar yang beredar. Insiden ini, jika benar adanya, jelas membawa dampak signifikan terhadap dinamika politik dan pemerintahan di Kepahiang.

Menyikapi derasnya kabar yang beredar, berbagai pihak, termasuk awak media, segera bergerak cepat mengupayakan konfirmasi resmi. Igor, selaku Ketua DPRD Kepahiang, menjadi target utama untuk dimintai keterangan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi Igor melalui pesan WhatsApp belum membuahkan hasil. Beliau memilih diam dan belum memberikan pernyataan resmi apa pun, meninggalkan ruang ketidakpastian yang semakin besar. Sikap bungkam dari pucuk pimpinan dewan ini tentu saja memperkeruh suasana dan membuat masyarakat semakin bertanya-tanya.

Ketidaktersediaan keterangan dari Ketua DPRD justru menambah bobot pada rumor yang beredar di media sosial, karena tidak ada bantahan atau klarifikasi resmi.

Di tengah situasi penuh misteri ini, salah satu anggota DPRD Kepahiang yang masih aktif akhirnya mematahkan kebisuan. Anggota dewan tersebut secara implisit membenarkan adanya insiden kecelakaan yang melibatkan rekan-rekannya di Muaro Bungo, Jambi.

“Iya benar satu meninggal satu kritis, satu di bawa ke rumah sakit kota Padang.” Ujar salah satu anggota DPRD Kepahiang.

Pernyataan dari sumber internal ini, meskipun tidak merinci kronologi atau kondisi para korban, memberikan legitimasi awal terhadap kabar yang sebelumnya hanya berstatus rumor.

Selanjutnya, anggota dewan tersebut mengarahkan agar menghubungi PLT Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mendapatkan detail informasi yang lebih jelas dan akurat. Ia menegaskan bahwa informasi rinci seharusnya berada di tangan kesekretariatan.

Akan tetapi, upaya mendapatkan keterangan resmi dan mendalam kembali menemui jalan buntu. Ketika nomor telepon WhatsApp milik Ayub, PLT Sekretaris Dewan, dicoba dihubungi, panggilan tersebut tidak berhasil tersambung. Berulang kali dihubungi, nomor Ayub tetap tidak aktif, menghambat upaya verifikasi yang mendesak.

Tentu saja, kesulitan menghubungi kedua pejabat kunci ini menimbulkan frustrasi di kalangan publik dan media. Masyarakat berhak menuntut transparansi mengenai keselamatan wakil mereka.

Oleh sebab itu, semua pihak berharap agar pemerintah daerah atau sekretariat dewan segera mengambil inisiatif untuk memberikan informasi resmi dan terperinci guna menciptakan ketenangan di tengah kegelisahan yang melanda.

Kecelakaan ini menjadi pengingat akan risiko yang selalu mengintai, bahkan dalam tugas kedewanan.