Jepretnews.com – Masyarakat Kabupaten kepahiang kembali di hebohkan dengan dugaan kasus pencabulan. Kali ini dugaan perkara itu dilakukan oleh oknum honorer di salah satu sekolah menengah atas (SMA) terhadap seorang siswi di sekolah tempat terduga bekerja.
Diketahui, peristiwa tersebut bermula saat korban dan terlapor sedang mengikuti turnamen futsal wanita ajang Grand Champion AAFI Nasional 2025 di Kota Bekasi. Saat itu terduga pelaku membawa korban bersama dengan lima orang temannya yang merupakan murid di sekolah tempat dirinya mengajar untuk mengikuti turnamen AAFI regional 2025.
Berdasarkan video yang diterima oleh redaksi, terlihat korban yang histeris pasca dari kejadian itu. Selain itu, terlihat juga adanya mediasi perdamaian yang terjadi di apartemen tempat antara terduga pelaku dan korban bersama dengan teman-temannya bermalam.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kepahiang, Yeyen Beka membenarkan jika adanya dugaan perkara asusila yang dilakukan oleh oknum honorer terhadap siswi yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah kelas 11.
“Ya kemarin kita ada mendapatkan laporan dugaan kasus itu, namun informasi itu kita terima bukan dari pihak keluarga maupun korban,” katanya saat dikonfirmasi di sekolah.
Selain itu, dirinya juga menegaskan jika kegiatan yang di-ikuti oleh 6 orang siswi dan juga oknum guru honorer itu bukan kegiatan sekolah.
“Memang ada izin dari pihak sekolah, namun kegiatan itu bukan kegiatan sekolah. Kita juga mendapatkan informasi itu dari pelatih futsal dari Provinsi yang menyampaikan ke pihak sekolah,” lanjutnya.
Yeyen juga mengungkapkan jika peristiwa itu dirinya ketahui Selasa (25/11) sore, saat itu pelatih tim futsal di Provinsi menyampaikan kepada pihak sekolah dan menyampaikan peristiwa yang terjadi di Kota Bekasi Jakarta itu.
“Peristiwa itu terjadi di bekasi, bahkan berdasarkan informasi yang kami terima, kejadian itu sudah sempat berdamai di Kota Bekasi,” jelas kepsek.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak sekolah, peristiwa itu bermula saat korban dan terduga pelaku sedang berada di dalam kendaraan ojek online. Saat itu terduga pelaku melakukan kontak fisik dengan cara memegang tangan korban.
Namun saat tiba di apartemen, terduga pelaku berpura-pura ingin membeli peralatan futsal dan kemudian mengajak korban untuk menemaninya, sedangkan 5 orang rekan korban diarahkan untuk menunggu di apartemen. Namun saat kondisi sedang sepi, terduga pelaku kemudian kembali melakukan kontak fisik dengan cara mencium kening korban.
“Kalau informasi yang kami terima, peristiwa itu memang ada dan baru sebatas pegang tangan dan cium kening. Kalau selebih dari itu kami belum mendapatkan informasi,” kata kepsek.
(Rilis Novrian Hidayat)
