• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Tak Semua Dipanggil!” Dari 44 Usulan, Hanya 29 Jemaah Kepahiang Berangkat Haji Pesan Bupati Ini Bikin Tersentak!

Byadmin_jepretnews

Apr 23, 2026

Jepretnews.com – Realita pahit sekaligus haru mewarnai pelepasan jemaah haji Kabupaten Kepahiang. Dari total 44 calon jemaah haji (CJH) yang diusulkan, hanya 29 orang yang akhirnya mendapat tiket menuju Tanah Suci.

Momen ini berlangsung di Masjid Baitul Hikmah, Kamis (23/4/2026), saat Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, secara resmi melepas keberangkatan jemaah.

Namun, di balik seremoni tersebut, muncul pesan kuat yang langsung menyentak: ibadah haji bukan sekadar perjalanan, melainkan panggilan yang tidak datang kepada semua orang.

Dalam sambutannya, Zurdi Nata menegaskan bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang penuh ujian dan pelajaran hidup. Ia secara tegas mengingatkan bahwa kesempatan ini sangat langka dan tidak semua orang bisa merasakannya.

Karena itu, ia meminta para jemaah untuk benar-benar meluruskan niat dan mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik lahir maupun batin. Ia juga menekankan pentingnya mengikuti arahan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

“Keberangkatan bapak dan ibu sekalian merupakan nikmat yang patut disyukuri sekaligus amanah besar yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Saya juga menitipkan doa untuk Kabupaten Kepahiang yang kita cintai ini,” ujar Zurdi Nata.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum sakral yang penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kepahiang, Harlen Devis Munandar, membuka fakta yang cukup mencengangkan. Ia mengungkapkan bahwa jumlah usulan awal mencapai 44 orang, namun kuota yang diberikan jauh dari harapan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu hanya menetapkan 9 kuota reguler dan 1 kuota lansia. Situasi ini kemudian ditambah dengan 19 kuota cadangan, sehingga total jemaah yang berangkat menjadi 29 orang.

Kondisi ini membuat sebagian calon jemaah harus kembali bersabar menunggu giliran keberangkatan di tahun mendatang.

“Total 29 jemaah ini terdiri dari Kecamatan Kepahiang sebanyak 11 orang, Tebat Karai 5 orang, Bermani Ilir 5 orang, Muara Kemumu 1 orang, Ujan Mas 1 orang, Merigi 3 orang, dan Kabawetan 3 orang. Jemaah tertua adalah Paimin, 81 tahun, asal Kabawetan, dan yang termuda Weni, 41 tahun, asal Merigi,” jelas Harlen.

Lebih jauh, Harlen menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M kini lebih berpihak kepada kelompok rentan. Petugas haji akan memberikan pendampingan khusus bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan maksimal.

“Petugas haji akan memberikan pendampingan khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah yang sakit. Saya selaku ketua kloter Embarkasi Padang akan berupaya memaksimalkan pendampingan selama jemaah menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tutupnya.

Kini, 29 jemaah yang terpilih resmi melangkah menuju perjalanan spiritual yang penuh makna. Di sisi lain, cerita ini juga menyisakan realitas bahwa keterbatasan kuota masih menjadi tantangan besar.

Di tengah fakta tersebut, satu hal menjadi jelas, ibadah haji bukan hanya soal kesiapan, tetapi juga soal kesempatan yang tidak datang dua kali.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.