Jepretnews.com – Gelombang pengakuan korban dugaan investasi bodong yang tengah viral di Bengkulu terus bermunculan.
Setelah sejumlah peserta melaporkan kasus tersebut ke Polda Bengkulu, kini seorang ibu muda asal Kabupaten Kepahiang tampil ke publik dan mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya.
Kasus yang menyeret nama Nike Chahyandarie alias Yeyen itu sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah korban mengaku mengalami kerugian.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dampak dugaan investasi bermasalah tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Kota Bengkulu.
Kini, korban dari Kabupaten Kepahiang mulai bermunculan. Bahkan, salah satu keluarga mengklaim mengalami kerugian yang nilainya mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1 miliar.
Kepada Jepretnews.com pada Jumat (12/6/2026), seorang korban berinisial R menceritakan bahwa dirinya pertama kali mengenal program investasi tersebut melalui testimoni yang beredar luas di media sosial.
Berbagai unggahan yang menampilkan keuntungan besar dalam waktu singkat membuatnya tertarik untuk ikut bergabung. Apalagi, informasi yang ia terima saat itu terlihat meyakinkan karena disertai cerita keberhasilan sejumlah peserta lain.
“Belum pernah narik, karno narik pertamo bulan enam ini tanggal satu dio akhir bulan Mei la bekasus,” kata R.
Menurut pengakuannya, dirinya belum sempat melakukan penarikan dana ketika program tersebut mulai mengalami persoalan.
Lebih lanjut, R menjelaskan bahwa keputusannya untuk ikut berinvestasi tidak hanya dipengaruhi oleh media sosial. Ia mengaku bergabung setelah melihat beberapa anggota keluarganya terlebih dahulu mengikuti program tersebut.
Saat itu, keluarganya disebut sempat memperoleh keuntungan sehingga menumbuhkan rasa percaya bagi anggota keluarga lainnya untuk ikut menanamkan dana.
Namun kondisi kemudian berubah. Harapan memperoleh keuntungan besar justru berganti dengan kekhawatiran ketika dana yang telah disetorkan tidak lagi dapat diakses sebagaimana mestinya.
“Tapi kerugian di keluargo kami 1 miliar kalo di itung-itung,” ujar R.
Ia menjelaskan bahwa anggota keluarganya tersebar di berbagai daerah, mulai dari wilayah Bengkulu hingga luar daerah. Karena itu, akumulasi dana yang ditanamkan mencapai jumlah yang sangat besar.
Berdasarkan penuturan korban, program tersebut menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan. Salah satu ilustrasi yang beredar menyebutkan bahwa dana investasi sebesar Rp25 juta dapat berkembang menjadi Rp80 juta.
Tawaran keuntungan tinggi dalam waktu relatif singkat itulah yang diduga menjadi magnet bagi banyak peserta untuk bergabung. Tidak sedikit masyarakat yang kemudian tertarik setelah melihat testimoni dan pengalaman orang-orang yang mengaku pernah memperoleh keuntungan.
Saat ini, sedikitnya lima ibu muda yang tergabung dalam kelompok korban mengaku mengalami kerugian dengan nominal yang bervariasi sesuai jumlah dana yang mereka investasikan.
Kasus dugaan investasi bodong viral Bengkulu kini terus menjadi perhatian masyarakat. Seiring bertambahnya pengakuan korban dari berbagai daerah, publik menunggu perkembangan penanganan laporan yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum.
Sementara itu, para korban berharap ada kejelasan terkait nasib dana mereka. Di sisi lain, kasus ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih cermat memverifikasi legalitas dan mekanisme suatu investasi sebelum menanamkan dana, terutama jika ditawarkan keuntungan yang jauh di atas kewajaran.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
