• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Bukan Lagi Sekadar Tempat Buku! 11 Perpustakaan Desa Kepahiang Bersaing, Enam Peserta Berebut Tiket Jadi yang Terbaik

Byadmin_jepretnews

Jun 18, 2026

Jepretnews.com — Perpustakaan desa di Kabupaten Kepahiang mulai memasuki era baru. Jika sebelumnya perpustakaan hanya identik dengan rak buku dan ruang membaca, kini pemerintah daerah mendorongnya menjadi pusat informasi, edukasi, serta ruang tumbuhnya generasi yang lebih cerdas.

Melalui Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan tingkat Kabupaten Kepahiang, Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menguji sejauh mana desa dan kelurahan mampu menghadirkan layanan literasi yang berkualitas.

Kompetisi ini bukan sekadar mencari pemenang. Lebih dari itu, lomba tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan desa di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepahiang, Zikrullah, M.Pd, mengungkapkan bahwa perkembangan perpustakaan desa di wilayah Kepahiang terus mengalami peningkatan.

Salah satu indikatornya terlihat dari jumlah perpustakaan desa yang telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) resmi. Saat ini, sebanyak 11 perpustakaan desa sudah tercatat memiliki NPP.

“Di Kabupaten Kepahiang saat ini sudah ada 11 perpustakaan desa yang memiliki NPP. Ini menunjukkan adanya komitmen pemerintah desa dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat,” ujar Zikrullah.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan yang dikelola dengan baik dapat membuka akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan. Selain itu, perpustakaan desa juga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca, khususnya bagi generasi muda.

Dalam pelaksanaan lomba tahun ini, enam desa dan kelurahan mengikuti proses penilaian. Setiap peserta harus menunjukkan kemampuan dalam mengelola perpustakaan secara kreatif dan berkelanjutan.

Tim penilai akan mengukur berbagai aspek penting, mulai dari kelengkapan administrasi, sarana dan prasarana, koleksi buku, inovasi pelayanan, hingga tingkat pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat.

Dengan demikian, persaingan dalam lomba ini tidak hanya menentukan siapa yang menjadi juara, tetapi juga menjadi gambaran sejauh mana perpustakaan desa mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.

Zikrullah menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan pengelola perpustakaan untuk terus meningkatkan pelayanan.

“Harapan kita, melalui kegiatan ini perpustakaan desa semakin berkembang dan mampu menjadi wadah peningkatan literasi masyarakat, terutama bagi generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, proses penentuan pemenang akan berlangsung secara objektif. Tim penilai dari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Cabang Provinsi Bengkulu akan melakukan verifikasi serta penilaian langsung terhadap seluruh peserta.

Hasil penilaian nantinya akan menentukan perpustakaan desa dan kelurahan terbaik yang berhak membawa nama Kabupaten Kepahiang pada kompetisi tingkat berikutnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kepahiang berharap budaya literasi masyarakat terus berkembang.

Perpustakaan desa diharapkan tidak berhenti sebagai tempat menyimpan buku, tetapi mampu berubah menjadi pusat pembelajaran yang melahirkan masyarakat berwawasan luas dan memiliki daya saing.

Kini, enam peserta telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pertanyaannya, perpustakaan desa mana yang akan menjadi bintang literasi Kabupaten Kepahiang dan melangkah membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi?

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.