• Rab. Jul 29th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Terungkap! Dua Konglomerat Indonesia Ini Rutin Datangi Gunung Kawi Sebelum Ambil Keputusan Bisnis, Kisahnya Bikin Penasaran

Byadmin_jepretnews

Jul 12, 2026

Jepretnews.com – Di balik megahnya kerajaan bisnis yang mereka bangun, ternyata tersimpan kisah yang jarang diketahui publik. Dua nama besar dunia usaha Indonesia, Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong (Salim), disebut rutin mendatangi Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebelum mengambil keputusan bisnis penting.

Gunung Kawi memang sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah yang diyakini sebagian masyarakat memiliki nilai spiritual. Banyak peziarah datang dengan beragam tujuan, mulai dari berdoa, mencari ketenangan batin, hingga memohon petunjuk dalam perjalanan hidup maupun usaha.

Dalam sejumlah literatur sejarah, nama Gunung Kawi bahkan dikaitkan dengan perjalanan bisnis dua konglomerat yang kemudian berhasil membangun kerajaan usaha bernilai miliaran dolar.

1. Ong Hok Liong, Mimpi Ubi Talas yang Mengubah Sejarah Bentoel

Sejarawan George Quinn dalam bukunya Wali Berandal Tanah Jawa (2021) mencatat bahwa pendiri Bentoel, Ong Hok Liong, merupakan salah satu pengusaha yang rutin berziarah ke Gunung Kawi.

“Ong rajin berkunjung ke Gunung Kawi yang di dekat Malang untuk memohon kepada Eyang Jugo dan Iman Soedjono agar bisnisnya sukses,” tulis George Quinn. Dilansir dari cnbcindonesia.com.

Salah satu kisah yang paling terkenal terjadi sekitar tahun 1954. Saat berziarah, Ong dikisahkan tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Setelah terbangun, ia kemudian meminta penjelasan kepada juru kunci mengenai arti mimpi tersebut.

Menurut penuturan juru kunci, mimpi itu dianggap sebagai petunjuk agar Ong mengganti nama pabrik sekaligus merek rokok yang saat itu belum menunjukkan perkembangan berarti.

Saat itu, perusahaan miliknya masih bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong. Setelah mengikuti tafsir tersebut, ia mengganti nama perusahaan menjadi Bentoel, sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang muncul dalam mimpinya.

Percaya ataupun tidak, perubahan nama itu kemudian menjadi titik balik perjalanan bisnisnya. Penjualan rokok Bentoel meningkat pesat hingga perusahaan mampu mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

“Di negara yang dari dulu sampai sekarang sebagian besar penduduk laki-lakinya kecanduan rokok, Bentoel mendatangkan kekayaan sangat besar untuk Ong Hok Liong. Ketika meninggal dunia pada 1967, Ong adalah seorang multi-jutawan,” ungkap Quinn.

2. Liem Sioe Liong Juga Rutin Datang ke Gunung Kawi

Tak hanya Ong Hok Liong, pendiri Salim Group, Liem Sioe Liong atau Salim, juga memiliki kisah yang dikaitkan dengan Gunung Kawi. Dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016), Richard Borsuk dan Nancy Chng mengungkapkan bahwa Salim bahkan bolak-balik dari Surabaya ke Gunung Kawi sebanyak tiga hingga lima kali setiap tahun.

Setiap kali hendak memulai proyek bisnis besar, ia disebut memilih berdiam diri di kuil China yang berada di kawasan Gunung Kawi untuk meminta petunjuk kepada peramal dan menjalankan sejumlah ritual.

“Di kuil-kuil tempat dia bersembahyang, Liem sering mengandalkan cara-cara gaib untuk membantunya memutuskan langkah apa yang harus diambil. Salah satu cara yang biasa dipakai adalah menggoyang-goyangkan tabung bambu berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu sampai sebatang lidi keluar, tulisan di lidi itu lalu dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal,” tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Salah satu kisah yang paling banyak dibahas berkaitan dengan keputusan menunjuk Mochtar Riady untuk mengembangkan Bank Central Asia (BCA). Richard Borsuk dan Nancy Chng menuliskan bahwa keyakinan tersebut muncul setelah Salim kembali dari Gunung Kawi.

“Sekembalinya dari Gunung Kawi [menemui peramal], dengan keyakinan dia berkata kalau ‘aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mohctar’,” tulis keduanya.

Keputusan itu kemudian menjadi salah satu langkah penting dalam sejarah bisnis Indonesia. Di bawah kepemimpinan Mochtar Riady, BCA berkembang menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak dekade 1980-an hingga sekarang.

Selain dikenal rutin mendatangi Gunung Kawi, Liem Sioe Liong juga disebut mempercayai prinsip feng shui dalam menentukan sejumlah keputusan bisnis.

Salah satunya terjadi pada 1968 ketika membangun kerja sama dengan kelompok konglomerat Gang of Four bersama Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad.

Saat itu, Salim memilih menggunakan ruangan kecil dengan satu meja, satu telepon, dan dua kursi karena diyakini memiliki feng shui yang baik.

Terlepas dari benar atau tidaknya keyakinan tersebut, kisah Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong menunjukkan bahwa Gunung Kawi telah lama menjadi bagian dari perjalanan sejumlah tokoh bisnis Indonesia.

Sejumlah catatan sejarah mengaitkan tempat itu dengan momen-momen penting sebelum mereka mengambil keputusan besar. Namun, keberhasilan membangun kerajaan bisnis tetap merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk strategi usaha, kerja keras, kepemimpinan, dan dinamika ekonomi pada masanya.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.