• Sel. Agu 18th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Viral! Di Era Digital, Anak SD di Kepahiang Masih Menyusuri Jalan Tanah Demi Sekolah, Kadis Dikbud: “Kami Sangat Miris”

Byadmin_jepretnews

Agu 1, 2026

Jepretnews.com – Ketika teknologi digital terus berkembang dan berbagai program pemerataan pendidikan digaungkan, kenyataan berbeda justru masih dialami sebagian anak-anak di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Hingga kini, sejumlah siswa SD Negeri 7 Muara Kemumu masih harus berjalan kaki melewati jalan tanah tanpa lapisan batu kerikil untuk bisa tiba di sekolah.

Pemandangan itu bukan sekadar potret perjuangan anak-anak mengejar pendidikan, tetapi juga menjadi gambaran bahwa akses menuju sekolah di sejumlah wilayah pelosok masih membutuhkan perhatian serius. Di tengah semangat belajar yang tinggi, mereka tetap melangkah menyusuri jalan yang belum memadai setiap hari.

Kondisi tersebut turut menyita perhatian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang, Dr. Nining Fawely Pasju, S.Pt., M.M.. Kepada Jepretnews.com, ia mengaku sedih sekaligus prihatin melihat kenyataan yang masih dihadapi peserta didik di wilayah terpencil seperti SD Negeri 7 Muara Kemumu.

Menurutnya, kondisi itu menghadirkan ironi di tengah kemajuan zaman yang semakin mengedepankan digitalisasi dalam dunia pendidikan.

“Saya selaku kepala dinas menyedihkan miris kita melihatnya, karena di era digitalisasi yang seperti sekarang. Ternyata masih ada ada satu sudut di Kabupaten Kepahiang yang kondisinya sangat berbeda dengan peserta didik di wilayah lainnya,” tutur Nining Fawely Pasju, Jumat (31/7/2026).

Ia menilai, akses menuju sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas pendidikan. Tanpa infrastruktur yang memadai, perjuangan anak-anak untuk memperoleh pendidikan menjadi jauh lebih berat.

Nining menjelaskan, persoalan tersebut bukan terjadi baru-baru ini. Sebaliknya, kondisi itu telah berlangsung cukup lama dan hingga kini masih dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut.

Oleh sebab itu, ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah agar akses menuju sekolah dapat segera diperbaiki. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus didukung dengan akses yang layak bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

Nining, menambahkan. Kondisi ini juga bukan baru terjadi, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Karena itu, “kami sangat berharap ada perhatian dan aksi nyata dari pemerintah untuk melaksanakan tugasnya salah satunya, yaitu membuka akses bagi peserta didik kita,”

Ia kembali menegaskan bahwa pembukaan akses jalan menuju sekolah merupakan kebutuhan mendesak agar anak-anak tidak lagi menghadapi hambatan saat menuntut ilmu.

Lebih lanjut, ia. Berharap persoalan yang dialami siswa SD Negeri 7 Muara Kemumu dapat menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Apabila seluruh pihak memberikan perhatian yang sama terhadap akses pendidikan, maka anak-anak di pelosok juga akan memiliki kesempatan belajar yang setara dengan peserta didik di wilayah lain.

“Harapan kita bagi siapa pun pemerintah daerah atau pusat yang mendengar atau melihat ya mungkin bisa membantu merealisasikan akses pendidikan yang layak tersebut,” harap Nining Fawely Pasju.

Perjuangan anak-anak SD Negeri 7 Muara Kemumu menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, guru, maupun teknologi.

Akses jalan yang layak menuju sekolah juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anak Indonesia dapat belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh hak pendidikan secara setara.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.