Jepretnews.com – Di saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan sebagai salah satu program prioritas nasional.
Tepat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan siswa di SDN 7 Muara Kemumu justru belum merasakan manfaatnya.
Mereka masih menunggu giliran, sementara akses menuju sekolah yang rusak dan berlumpur diduga menjadi salah satu kendala utama.
Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Hingga kini, kapan siswa di sekolah pelosok itu dapat menikmati program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut?
Ironisnya, sebelum berbicara tentang menu bergizi, para siswa lebih dahulu harus berjuang menaklukkan jalan berlumpur demi bisa sampai ke ruang kelas.
Akses menuju Dusun Damar Kencana yang menghubungkan dengan Desa Sosokan Taba hingga kini masih belum beraspal. Saat musim hujan tiba, jalan berubah menjadi lumpur sehingga sulit dilalui kendaraan.
Jalan tersebut selama bertahun-tahun kerap menjadi perhatian publik. Berbagai peristiwa pernah terjadi di lokasi ini, mulai dari warga yang harus menandu orang sakit hingga membawa jenazah melewati jalan berlumpur karena kendaraan tidak dapat melintas.
Kini, kondisi yang sama kembali menjadi sorotan. Setiap hari, sekitar 30 siswa SDN 7 Muara Kemumu harus berjalan kaki melewati jalan berlumpur untuk menempuh pendidikan.
Sebagian besar siswa berasal dari desa setempat, sementara beberapa lainnya tinggal di kawasan perkebunan yang hanya memiliki akses melalui jalur tersebut.
Tidak hanya siswa, para guru juga menghadapi tantangan yang sama ketika berangkat mengajar.
Kepala SDN 7 Muara Kemumu, Sinar Kemala, S.Pd, mengatakan kondisi jalan yang rusak menjadi hambatan nyata, terutama ketika hujan turun.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak pada belum terlaksananya Program Makan Bergizi Gratis di sekolah yang dipimpinnya.
“Iya, sekolah kami sampai dengan saat ini belum tersentuh program MBG,” ungkap Sinar Kemala.
Ia menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya sudah pernah berkoordinasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana Program MBG di wilayah terdekat.
Dalam koordinasi tersebut, pembahasan lebih banyak mengarah pada kondisi akses jalan menuju sekolah.
“Pihak MBG pernah koordinasi ke kita, mereka menanyakan terkait dengan akses jalan. Ya kita jelaskan, bertahun-tahun kondisi jalan Damar Kencana begini adanya, apalagi jalan menuju ke sekolah SDN 7 Muara Kemumu. Melihat kondisi tersebut, mereka akan berkoordinasi dulu,” ujar Sinar Kemala.
Kondisi yang dialami SDN 7 Muara Kemumu menunjukkan bahwa pemerataan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah terpencil masih menghadapi sejumlah tantangan.
Selain faktor jarak yang cukup jauh, kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai serta belum meratanya keberadaan dapur SPPG menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian agar distribusi program dapat menjangkau seluruh peserta didik.
Masyarakat pun berharap perbaikan akses jalan dapat segera direalisasikan. Dengan infrastruktur yang lebih baik, mobilitas guru, siswa, dan distribusi berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga anak-anak di pelosok memperoleh hak yang sama untuk menikmati layanan pendidikan dan program gizi dari pemerintah.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
