• Kam. Jun 25th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Harga Kopi Robusta Anjlok Drastis: Petani Merugi, Harga Turun hingga Rp13.000 per Kilogram!

Byadmin_jepretnews

Jun 15, 2025

Jepretnews.com – Harga jual kopi robusta di Lampung mengalami penurunan yang sangat signifikan sepanjang Juni 2025. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan musim panen raya yang tengah berlangsung di Lampung Barat, Lampung Utara, Tanggamus, dan Way Kanan.

Dikutif dari lampungpro.co Di Lampung Barat, harga kopi petani yang sempat menyentuh Rp73.000 per kilogram kini turun drastis menjadi Rp64.000, bahkan sempat menyentuh Rp60.000 per kilogram pada pertengahan Juni 2025. Sementara di Lampung Utara, harga bahkan lebih rendah, hanya berkisar Rp58.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Penurunan harga ini tidak hanya terjadi di Lampung Barat dan Lampung Utara, tetapi juga diperkirakan terjadi di Tanggamus dan Way Kanan. Berdasarkan catatan tahun lalu, harga kopi petani di Tanggamus berkisar Rp55.000–60.000 saat masa panen.

Musim panen yang memuncak pada Juni–Agustus menjadi penyebab utama lonjakan pasokan di pasar lokal, sehingga menekan harga jual petani. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar juga memengaruhi harga kopi ekspor menjadi kurang kompetitif.

“Permintaan luar negeri tetap ada, terutama dari Tiongkok dan Korea Selatan, tapi tidak sebanding dengan lonjakan pasokan domestik saat panen raya,” kata seorang pelaku ekspor kopi di Liwa, Lampung Barat, kepada Lampungpro.co, Sabtu (14/6/2025).

Permintaan luar negeri tetap ada, terutama dari Tiongkok dan Korea Selatan, tapi tidak sebanding dengan lonjakan pasokan domestik saat panen raya. Fluktuasi pasar kopi global dan minimnya tata niaga yang melindungi harga dasar petani juga disebut sebagai faktor pendukung penurunan harga.

Kondisi ini membuat banyak petani merugi. Sebagian bahkan memilih menunda penjualan dan menyimpan hasil panen sambil menunggu harga stabil. Para pelaku koperasi dan eksportir lokal menyarankan petani menjaga kualitas biji kopi, terutama kadar air, serta menjual hasil panen secara bertahap.

“Kalau dijual sekarang rugi. Kami harap koperasi bisa bantu tampung atau ada intervensi dari pemerintah agar harga tidak terus merosot,” keluh Marsan, petani kopi di Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *