Kepahiang, Jepretnews.com – Pemandangan tak biasa muncul dari lingkungan DPRD Kabupaten Kepahiang. Setelah menjalankan tugasnya selama kurang lebih empat bulan, Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Dewan (Sekwan), Ayub David Pranoto, secara terbuka menyampaikan kegelisahan mendalamnya.
Ayub mengakui ia merasa sangat tidak nyaman menduduki kursi Sekwan. Jabatan ini, menurut pengakuannya, membuatnya berada di bawah tekanan kerja yang terlalu besar.
Ayub David Pranoto menjelaskan bahwa posisi Sekwan ini memuat terlalu banyak tekanan, dan secara blak-blakan menyebut posisi ini bukanlah background-nya untuk berada di depan publik.
“Karena posisi di DPRD ini, kalau menyampaikan tidak mau, Kakak tidak mau di DPRD ini, luar biasa yang harus Kakak kerjakan disini.” ujar Ayub pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 10.17 WIB.
Selanjutnya, Ayub menambahkan bahwa beban kerja di sini benar-benar menguras energinya. “Berat di sini, di sinilah Kakak meraso kerjo nian (kerja benar-benar),” katanya.
Sebagai konsekuensi dari tanggung jawab besar tersebut, Ayub mengungkapkan bahwa waktu istirahatnya sangat minim. Ia mengaku sering kekurangan tidur karena banyaknya hal yang harus ia pikirkan.
“Kadang tidur nian kurang, banyak yang harus Kakak pikirkan mengingat bukan lagi fungsi Kakak selaku pimpinan di sini, berat Kakak,” tutur Ayub dengan nada lelah, menegaskan beratnya beban pikiran yang kini ia pikul.
Oleh karena itu, Ayub David Pranoto menegaskan bahwa ia tidak bercita-cita untuk berlama-lama di posisinya saat ini. Ia menilai bahwa perannya sekarang tidak sesuai dengan latar belakangnya, karena ia terbiasa bekerja di balik layar, di atas kertas.
“Kalau untuk nyamannya, nyaman di tempat lama,” lirih Ayub.
Selain itu, Ayub menyuarakan keluhannya tentang beban kerja yang tidak sebanding dengan kondisi yang ia rasakan. Ia mengeluh adanya “tekanan ini, tekanan itu.” Jelas sekali, ia merasa beban kerja ini tidak setimpal dengan semua tekanan yang harus ia hadapi.
“Ayuk kaban menyampaikan, kiro-kiro duit yang kaban pinjam keceknyo dapat dak di balikan, cak mano ku kecekkan kelak dulu kalo ado lokak – lokak kelak kedepannyo kalo ado lokak yang lainnyo.” Kata Ayub.
Mengakhiri pengakuannya, Ayub David Pranoto membuat pernyataan tegas. Ia tidak ingin berlama-lama lagi di jabatan PLT Sekwan ini. “Aku idak (tidak) lama di sini, terus terang aku idak ndak (tidak mau),” tegasnya.
Ia juga membandingkan jabatannya saat ini dengan posisi lain di pemerintahan. Ayub berpendapat bahwa lebih enak bekerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kecil, terutama jika masalah pendapatan menjadi pertimbangan.
“Aku lemak la di OPD kecik kalau tidak dapat duit sama-sama tidak dapat duit,” jelas Ayub.
Ayub kembali menguatkan alasannya untuk hengkang, “idak pulo aku ndak lamo igo disini, di sini juga bukan nya dapat duit,” pungkas Ayub, menyimpulkan bahwa ketidaknyamananlah yang mendorongnya ingin meninggalkan kursi Sekwan.
“Ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini”
