Kepahiang, Jepretnews.com – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Eko Kurnia Ningsi, memimpin langsung kegiatan sosialisasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang.
Rombongan datang secara khusus untuk memastikan kualitas dan kebersihan hidangan bergizi gratis yang akan menjangkau anak-anak di daerah Kabupaten Kepahiang.
Kegiatan ini terlaksana atas inisiasi sinergis antara DPR RI Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. Dalam pelaksanaannya, Hj. Eko Kurnia Ningsi tidak sendirian, ia didampingi oleh Edwar Samsi, S.I.P., M.M., Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, serta Eko Susilo, Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang. Sabtu (4/10/2025).
Kehadiran para wakil rakyat ini menegaskan komitmen kuat mereka dalam menyukseskan program nasional yang strategis ini.
Sosialisasi ini mengusung tema inspiratif, “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas Untuk Generasi Sehat Indonesia.” Melalui tema ini, para penyelenggara ingin menanamkan pemahaman bahwa asupan gizi yang optimal merupakan kunci utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul dan kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Eko Kurnia Ningsi menyampaikan pesan utama kepada seluruh peserta sosialisasi. Ia secara tegas meminta masyarakat untuk tidak merasa ragu atau khawatir terhadap implementasi program baru ini.
Sebaliknya, ia mendorong semua pihak untuk melihat MBG sebagai motivasi besar. “Program ini tidak perlu masyarakat takuti,” jelas Hj. Eko Kurnia Ningsi dengan nada penuh keyakinan. Ia melanjutkan, “Justru, kita harus menjadikan program ini sebagai dorongan agar anak-anak merasakan kebahagiaan dan semakin giat untuk pergi ke sekolah.”
Dengan adanya jaminan makanan bergizi, sekolah akan menjadi tempat yang lebih menarik dan menyenangkan bagi para siswa.
Lebih lanjut, inisiatif MBG hadir sebagai respons nyata terhadap tantangan gizi dan stunting. Pemerintah pusat, melalui program ini, mengambil peran aktif untuk menjamin hak setiap anak mendapatkan gizi yang layak demi pertumbuhan optimal.
Karena itu, Hj. Eko Kurnia Ningsi secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan terlibat aktif dalam pelaksanaannya.
Lebih lanjut, sosialisasi tersebut membuka sesi tanya jawab dan masukan yang dimanfaatkan dengan baik oleh peserta. Mereka menyampaikan usulan agar menu MBG dapat mengakomodasi makanan khas daerah. Secara spesifik, mereka berharap kuliner lokal populer seperti Tempoyak dan Lema dapat dipertimbangkan masuk dalam daftar menu program.
Merespons usulan yang sangat lokal ini, Hj. Eko Kurnia Ningsi memberikan tanggapan positif. “Saya akan membawa usulan dan masukan terkait makanan khas daerah ini ke dalam rapat forum gelar pendapat dengan Badan Gizi Nasional,” janji Hj. Eko Kurnia Ningsi.
Pernyataan ini menunjukkan keseriusannya untuk mengintegrasikan kekayaan kuliner lokal dengan standar gizi nasional.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan program MBG yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga relevan secara budaya dan diterima hangat oleh masyarakat Kepahiang.
Dengan demikian, implementasi program dapat berjalan lancar, efektif, dan memberikan dampak kesehatan yang signifikan pada generasi muda.
