Jepretnews.com – Hari Minggu, 19 Oktober 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi warga Kabupaten Kepahiang. Tepat di tengah keramaian pasar, drama kemanusiaan yang sangat menyentuh terjadi.
Seorang ibu, yang identitasnya belum terungkap secara rinci, secara mendadak mengalami proses persalinan. Tanpa tempat yang layak, ia terpaksa melahirkan di tempat publik tersebut. Situasi darurat ini sontak memicu kepanikan dan respons cepat dari warga sekitar.
Melihat kondisi yang genting, warga setempat dengan sigap mengambil tindakan. Mereka bergotong royong memberikan pertolongan pertama dan segera mengevakuasi sang ibu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang.
Perjuangan warga ini patut diacungi jempol, karena mereka berpacu melawan waktu untuk memastikan ibu dan bayinya mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Berita tentang insiden tragis ini menyebar dengan cepat dan langsung menarik perhatian instansi pemerintah Kabupaten Kepahiang.
Kabar mengejutkan tersebut segera sampai ke telinga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang, H. Helmi Johan, M. Pd. Menunjukkan kesigapan luar biasa, Helmi Johan tidak menunda waktu sekejap pun.
Ia segera bergerak cepat mendatangi RSUD Kepahiang, tiba di lokasi sekitar pukul 13.22 WIB. Kedatangannya di rumah sakit membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepahiang benar-benar memprioritaskan penanganan masalah sosial darurat.
Di ruang perawatan, Helmi Johan langsung menemui ibu yang masih terbaring lemah. Ia mengajukan pertanyaan langsung dalam upaya untuk mendapatkan informasi awal.
“Kamu dari mana? Tinggal di mana?” tanya H. Helmi Johan dengan nada penuh kepedulian. Wanita itu menjawab singkat, “Tinggal di Barat Wetan,” memberikan petunjuk yang diperlukan Dinas Sosial untuk menelusuri latar belakangnya.
Ibu tersebut kini terus mendapatkan pelayanan medis intensif di RSUD Kepahiang, guna memulihkan kondisi fisiknya pasca-persalinan yang traumatis.
Sayangnya, perjuangan warga, tenaga medis, dan pejabat harus berhadapan dengan takdir yang menyedihkan. Meskipun ibunya berhasil diselamatkan, bayi prematur yang dilahirkan di pasar tersebut dikonfirmasi meninggal dunia.
Jepretnews.com segera mengonfirmasi kabar duka ini kepada Kepala Dinas Sosial. Saat pewarta menanyakan kembali kondisi sang anak melalui pesan WhatsApp, Helmi Johan membalas dengan kabar yang memilukan. “Anaknya meninggal dunia,” jawab Helmi Johan singkat, namun penuh makna kesedihan.
Peristiwa tragis ini mencerminkan realitas sosial yang memilukan, sekaligus membuktikan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang hadir di tengah kesulitan masyarakat.
Kasus ini menegaskan bahwa H. Helmi Johan dan jajarannya mengambil tanggung jawab penuh dalam merespons situasi darurat dan akan terus memberikan pendampingan sosial serta dukungan yang diperlukan kepada ibu yang sedang berduka ini.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak untuk memperkuat jaring pengaman sosial agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk mendapatkan informasi terkini.
