• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Desa Tersembunyi Penyumbang Emas Monas! Menguak Kisah Keajaiban Alam dan Harta Karun Lebong Tandai yang Terlupakan

Byadmin_jepretnews

Nov 18, 2025

Jepretnews.com – Desa Lebong Tandai, yang terletak di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menyajikan sebuah pemandangan yang tak tertandingi.

Berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), desa ini membentang indah diapit oleh perbukitan yang menawan. Panorama ini menciptakan kesan Lebong Tandai seolah-olah merupakan desa dongeng yang tersembunyi.

Penduduk Lebong Tandai memanfaatkan sepenuhnya kekayaan alam mereka. Sungai Lusang mengalir melewati desa ini, secara konsisten memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Lebih dari sekadar sumber air, aliran sungai ini juga memutar kincir air kuno.

Kincir air bersejarah, sebuah peninggalan era Kolonial Belanda, memberikan energi listrik yang sangat dibutuhkan oleh penduduk setempat. Mereka secara aktif menjaga agar kincir air ini terus berfungsi, sebuah bukti nyata adaptasi terhadap warisan masa lalu.

Meskipun desa ini dihuni oleh komunitas yang sangat beragam, termasuk suku Pekal, Rejang, Jawa, Padang, Batak, dan Sunda, penduduk Lebong Tandai menunjukkan semangat persatuan yang kuat. Mereka hidup rukun dan damai, menghargai perbedaan etnis yang mereka miliki.

Kepala Desa, Supriadi, menjelaskan bahwa secara administratif, desa mereka mengelola tiga kawasan hutan TNKS, APT, dan INCLUB yang meliputi area seluas 3.240 hektare. Saat ini, desa tersebut menampung sekitar 187 KK dengan total populasi kurang lebih 560 jiwa. Suku Pekal membentuk mayoritas terbesar di komunitas ini. Dikutip dari hipwee.com.

Jauh sebelum desa ini menjadi permukiman yang damai, dunia mengenal Lebong Tandai sebagai salah satu penghasil emas utama di Pulau Sumatra. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1890, setelah ditemukannya cadangan besar, Pemerintah Kolonial Belanda memulai eksploitasi secara besar-besaran.

Pertambangan emas Lebong Tandai memainkan peran krusial dalam menunjang perekonomian kolonial, bahkan menjadikannya salah satu pertambangan emas terbesar di seluruh Asia Tenggara. Periode 1900 hingga 1940-an menandai puncak kejayaan tambang ini. Hebatnya, Lebong Tandai juga memberikan sumbangan yang sangat signifikan bagi bangsa ini.

Anda mungkin tidak menyangka bahwa desa terpencil ini menyumbang sebagian emas yang kini menghiasi puncak Tugu Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Emas seberat 28 Kg, dari 50 Kg yang melapisi obor Monas, berasal dari sini. Pengusaha kaya asal Aceh, Teuku Markam, menyumbangkan emas seberat 28 kg tersebut pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, dan sumbernya adalah dari kekayaan Lebong Tandai.

Sayangnya, kejayaan tersebut perlahan mulai memudar. Pada tahun 1988, PT Lusang Mining memasuki desa tersebut untuk mencoba peruntungan. Namun, cadangan emas yang semakin menipis memaksa perusahaan itu menghentikan operasinya pada sekitar tahun 1995.

Meskipun perusahaan modern telah pergi, aktivitas penambangan tidak berhenti. Hingga hari ini, banyak masyarakat setempat dan pendatang melanjutkan pekerjaan mereka sebagai penambang emas.

Mereka menggunakan alat-alat tradisional, menjaga tradisi penambangan yang sudah berlangsung sejak lama. Ketangguhan mereka membuktikan bahwa meskipun kekayaan alamnya berkurang, semangat dan warisan Lebong Tandai tetap abadi.

Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!