• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Alsintan Sudah Menumpuk, Bupati Kepahiang Kirim Peringatan Keras: “Jangan Sampai Dibisniskan!”

Byadmin_jepretnews

Mei 11, 2026

Jepretnews.com – Pemerintah terus mengguyur bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke daerah. Namun di tengah derasnya bantuan itu, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP justru melontarkan pesan tajam yang menyita perhatian publik. Ia mengingatkan agar bantuan negara untuk petani tidak berubah menjadi ladang bisnis segelintir pihak.

Pernyataan itu disampaikan Zurdi Nata saat menyerahkan bantuan alsintan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Senin (11/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa saat ini Kabupaten Kepahiang tidak lagi kekurangan alat pertanian. Karena itu, fokus utama selanjutnya ialah meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

“Alat sudah tersedia. Ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan produksi pangan. Silakan para petani menghubungi brigade pangan di kecamatan masing-masing jika ingin menggunakan alsintan ini,” kata Zurdi Nata.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 menyalurkan bantuan berupa 18 unit hand tractor dan lima unit power thresher atau mesin perontok padi.

Bantuan tersebut diberikan kepada lima brigade pangan di Kabupaten Kepahiang sebagai upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mendorong peningkatan hasil panen di tengah tantangan pangan nasional yang semakin berat.

Tak hanya itu, kegiatan penyerahan alsintan juga dihadiri Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Bengkulu Dr. Shannora Yuliasari, S.TP., M.P, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang Ir. Taufik beserta jajaran, hingga para penyuluh pertanian.

Di balik seremoni penyerahan bantuan, Bupati Kepahiang menyisipkan pesan yang terdengar tegas. Ia meminta brigade pangan tidak menyalahgunakan alsintan untuk kepentingan bisnis pribadi.

Menurutnya, alat pertanian tersebut merupakan fasilitas negara yang harus benar-benar dimanfaatkan untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi, bukan menjadi alat mencari keuntungan di luar aturan.

“Alsintan ini diberikan untuk membantu masyarakat. Jangan dibisniskan. Hanya diperbolehkan menarik biaya perawatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menyentil potensi penyalahgunaan bantuan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah.

Sementara itu, Kepala BPMP Bengkulu Shannora Yuliasari mengungkapkan bahwa pada 2026 hanya dua kabupaten di Provinsi Bengkulu yang berhasil menerima bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian, yakni Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Seluma.

Menurutnya, dua daerah tersebut dinilai paling siap dari sisi administrasi dan kesiapan program pertanian. Karena itu, pemerintah pusat memberikan prioritas penyaluran bantuan.

“Hal itu karena secara persyaratan administrasi hanya Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Seluma yang dinyatakan siap. Kami berharap bantuan ini dapat mendorong produktivitas pertanian di Kabupaten Kepahiang,” katanya.

Setelah penyerahan simbolis dilakukan, acara kemudian dilanjutkan dengan distribusi alsintan kepada lima brigade pangan di Kabupaten Kepahiang.

Kini publik menanti, apakah bantuan tersebut benar-benar mampu meningkatkan produksi pangan atau justru hanya menjadi simbol tanpa dampak nyata di lapangan.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.