Jepretnews.com – Harapan ribuan warga kurang mampu di Kabupaten Kepahiang untuk memiliki rumah yang lebih layak akhirnya mulai menjadi kenyataan.
Setelah penantian panjang, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) resmi bergulir dan kini memasuki tahap pelaksanaan di berbagai kecamatan.
Kabar baiknya tidak berhenti di situ. Di saat proses pembangunan tahap pertama masih berjalan, Pemerintah Kabupaten Kepahiang kembali memperoleh tambahan kuota bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Tambahan tersebut membuat jumlah program bedah rumah yang masuk ke Kabupaten Kepahiang meningkat menjadi 450 unit.
Meski demikian, pemerintah daerah belum merasa puas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang terus bergerak cepat untuk memperjuangkan tambahan kuota agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat menikmati rumah yang aman, sehat, dan layak huni.
Program BSPS menjadi salah satu program pemerintah pusat yang paling dinantikan masyarakat. Bantuan ini diberikan kepada warga yang memiliki rumah dalam kondisi tidak layak huni sehingga dapat diperbaiki secara bertahap.
Pada tahap pertama, 300 unit RTLH mulai direalisasikan dan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kepahiang.
Sebelumnya, Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang mengajukan sebanyak 1.609 unit RTLH kepada Kementerian PKP pada tahun 2025. Setelah melalui proses verifikasi, pemerintah pusat menetapkan 904 unit sebagai usulan yang memenuhi persyaratan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang melalui Kabid Cipta Karya Perumahan dan Permukiman, Bambang Utoyo, MM, mengatakan pengerjaan tahap pertama terus menunjukkan perkembangan yang positif.
“Tahap pertama sebanyak 300 unit rumah yang terbagi di beberapa kecamatan progresnya sudah mencapai delapan puluh persen, dan ada di beberapa desa sudah selesai seratus persen,” tutur Bambang kepada Jepretnews.com, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa program bedah rumah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Di tengah proses pembangunan yang terus berlangsung, Kabupaten Kepahiang kembali menerima tambahan 150 unit BSPS dari Kementerian PKP.
Tambahan itu membuat total bantuan bedah rumah yang telah diterima Kabupaten Kepahiang meningkat menjadi 450 unit, sebuah capaian yang semakin memperbesar peluang masyarakat untuk memperoleh hunian yang lebih layak. Bambang menjelaskan bahwa tambahan bantuan tersebut telah dibagi ke dua kecamatan.
“Kita kembali mendapatkan 150 unit bedah rumah, 50 unit tersebar di Kecamatan Ujan Mas yang sudah diverifikasi lapangan pada 20 Juli 2026 dan 100 unit tersebar di Kecamatan Tebat Karai yang akan diverifikasi pada tanggal 27 Juli mendatang,” kata Bambang.
Ia menambahkan, proses verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan calon penerima benar-benar memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.
Meski jumlah bantuan terus bertambah, Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang tidak menghentikan upayanya. Pemerintah daerah masih terus mengusulkan tambahan kuota kepada Kementerian PKP agar realisasi bantuan dapat mendekati jumlah usulan awal yang telah diajukan.
Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat ratusan rumah warga yang telah memenuhi syarat, tetapi belum seluruhnya mendapatkan bantuan.
Dengan bertambahnya kuota RTLH Kepahiang menjadi 450 unit dan masih terbukanya peluang penambahan bantuan, harapan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak kini semakin besar.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut sehingga program BSPS mampu mempercepat pengurangan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kepahiang.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
