Jepretnews.com – Apa arti pembangunan jika hanya terlihat secara fisik, tetapi tidak memberi dampak bagi masyarakat? Pertanyaan itu menjadi salah satu prinsip yang dipegang Muson selama empat tahun memimpin Desa Bandung Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.
Selama periode tersebut, Muson mengarahkan pembangunan desa pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah desa secara bertahap membangun dan memperbaiki sejumlah infrastruktur, sekaligus mendorong sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari penguatan ekonomi warga.
Perubahan itu terlihat melalui pembangunan jalan lingkungan, jalan usaha tani, jembatan, hingga dukungan terhadap kebutuhan masyarakat di sektor pertanian dan peternakan.
Kepada redaksi Jepretnews.com, Rabu (30/9/2026), Muson menceritakan perjalanan empat tahun kepemimpinannya dalam mendorong pembangunan Desa Bandung Baru.
Menurut Muson, pemerintah desa harus mampu membaca kebutuhan masyarakat sebelum menentukan arah pembangunan. Karena itu, pihaknya tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan manfaat yang bisa dirasakan warga.
Jalan lingkungan dan jalan usaha tani, misalnya, memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Sementara itu, sektor pertanian dan peternakan mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi warga.
Muson menjelaskan bahwa pemerintah desa juga memberikan dukungan melalui pengadaan hand tractor dan berbagai kebutuhan masyarakat. Selain sektor ekonomi, pemerintah desa tetap memperhatikan kebutuhan sosial melalui renovasi masjid dan program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan.
“Bagi saya, pembangunan desa bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi bagaimana setiap program benar-benar memberikan manfaat dan mengubah kehidupan masyarakat. Karena itu, kami fokus membangun jalan lingkungan, jalan usaha tani, dan jembatan sebagai akses penting bagi warga. Di sektor pertanian dan peternakan, kami mendorong penguatan ekonomi melalui dukungan hand tractor dan berbagai kebutuhan masyarakat. Kami juga tidak melupakan renovasi masjid serta program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan. Prinsip kami sederhana, pembangunan harus hadir, dirasakan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Muson.
Lebih jauh, arah pembangunan Desa Bandung Baru tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah desa juga mendorong program yang berkaitan dengan penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut menjadi penting karena sebagian aktivitas warga berkaitan dengan pertanian dan peternakan. Dengan demikian, pembangunan jalan usaha tani dan dukungan peralatan pertanian dapat menunjang aktivitas masyarakat di lapangan.
Di sisi lain, pemerintah desa juga mengalokasikan perhatian terhadap kebutuhan sosial. Renovasi masjid dan bedah rumah menjadi bagian dari program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan desa berjalan melalui beberapa sektor sekaligus, baik infrastruktur, ekonomi maupun sosial.
Namun, pembangunan desa juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus menentukan skala prioritas dalam setiap program.
Muson menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pembangunan kehilangan arah. Sebaliknya, setiap program harus memiliki alasan yang jelas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan dana yang minim, setiap pembangunan harus memiliki prioritas dan asas manfaat yang jelas. Kami tidak ingin pembangunan hanya terlihat secara fisik, tetapi harus benar-benar dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Muson.
Selain pemerintah desa, masyarakat juga mengambil peran dalam proses pembangunan Desa Bandung Baru. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program yang berjalan.
Kolaborasi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang mengiringi perkembangan Desa Bandung Baru. Dalam periode kepemimpinan Muson, Desa Bandung Baru tercatat mengalami peningkatan status dari desa maju menjadi desa mandiri.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembangunan desa selama empat tahun terakhir. Selanjutnya, tantangan bagi pemerintah desa adalah menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus memastikan setiap program tetap memiliki prioritas dan asas manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Dengan prinsip tersebut, pembangunan Desa Bandung Baru tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang terlihat, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi aktivitas dan kebutuhan warga.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
