• Sel. Agu 18th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Gempa Nagekeo M7,7 Guncang Flores! 40 Warga Tewas, 50 Luka, Satu Korban Masih Tertimbun

Byadmin_jepretnews

Agu 16, 2026

Jepretnews.com – Pagi yang semestinya berjalan normal berubah menjadi kepanikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA.

Guncangan kuat tersebut memicu operasi pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak. Tim SAR Gabungan langsung bergerak setelah pusat gempa terdeteksi sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Petugas harus menyisir lokasi terdampak, mengevakuasi warga yang terluka, sekaligus mencari korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan.

Hingga Sabtu sore, tim gabungan telah mengevakuasi sedikitnya 90 korban. Sementara itu, pendataan sementara hingga pukul 18.30 WITA mencatat 40 orang meninggal dunia, 50 orang mengalami luka-luka, dan satu orang masih dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan seluruh kekuatan personel dan sarana yang tersedia untuk mempercepat penanganan bencana.

Selain personel, Kantor SAR Maumere juga mengoperasikan KN SAR Puntadewa untuk memperkuat operasi di wilayah terdampak. Tim kemudian berkoordinasi dengan berbagai unsur potensi SAR di seluruh Flores.

“Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” ujar Fathur dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8) sore. Dikutip dari CNNIndonesia.com.

Sebanyak 281 personel terlibat dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta berbagai elemen potensi SAR lainnya.

Selanjutnya, petugas menyebar ke sejumlah titik terdampak. Mereka menjalankan pencarian, memberikan pertolongan, dan mengevakuasi korban menuju lokasi yang lebih aman.

Di tengah operasi yang terus berjalan, petugas masih menghadapi situasi genting. Satu warga dilaporkan masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Karena itu, Tim SAR Gabungan memprioritaskan pencarian korban yang belum ditemukan. Pada saat bersamaan, petugas juga terus mengevakuasi warga dari kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Fathur menegaskan proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. Tim SAR bersama BPBD setempat terus memperbarui informasi berdasarkan temuan di lapangan.

Dengan demikian, angka korban masih berpotensi berubah seiring petugas menyelesaikan proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi.

Sementara itu, BNPB menyampaikan data korban dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu sore. Hingga pukul 15.00 WIB, BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 orang mengalami luka ringan. BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri.

Perbedaan angka dengan pendataan Tim SAR pada pukul 18.30 WITA menunjukkan proses pencatatan masih berlangsung dan terus mengalami pembaruan.

BNPB juga menyebut Kabupaten Manggarai sebagai wilayah yang mengalami dampak signifikan. Setelah itu, Kabupaten Manggarai Timur turut menjadi wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan dampak gempa.

Selain Tim SAR, TNI memperkuat penanganan bencana dengan mengirimkan personel dan peralatan pendukung ke wilayah Flores. Mengutip siaran pers Puspen TNI, hingga Sabtu malam (15/8/2026), sebanyak 1.892 personel TNI dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang telah dikerahkan.

“Hingga Sabtu malam ini (15/8/2026), sebanyak 1.892 personel TNI dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang telah dikerahkan,” demikian dikutip dari keterangan pers tersebut.

TNI juga mengerahkan kendaraan dan perlengkapan pendukung untuk memperkuat operasi kemanusiaan.

“Dalam mendukung penanganan bencana, TNI mengerahkan 75 unit kendaraan, 7 tenda lapangan, dan 40 velbed. TNI AL juga menyiapkan 1 unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda untuk mendukung penanggulangan bencana di wilayah Flores, termasuk membantu mobilitas personel dan distribusi dukungan,” sambungnya.

Kini, Tim SAR Gabungan terus berpacu dengan waktu. Petugas harus menemukan korban yang masih tertimbun sekaligus memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan secepat mungkin.

Ratusan personel SAR dan ribuan personel TNI telah bergerak untuk memperkuat penanganan gempa Nagekeo. Sementara itu, proses pendataan korban, kerusakan, dan kebutuhan warga masih berlangsung.

Gempa Nagekeo M7,7 pun menyisakan pekerjaan besar bagi seluruh unsur penanganan bencana. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, setiap pencarian menjadi penting dan setiap menit menjadi sangat berharga bagi korban yang masih membutuhkan pertolongan.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.