• Kam. Okt 1st, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Mak Sumai, Legenda Misterius dari Hutan Kepahiang yang Bikin Warga Bertanya-tanya, Benarkah Bisa “Sembunyikan” Orang?

Byadmin_jepretnews

Okt 1, 2026

Jepretnews.com – Di balik udara sejuk pegunungan dan hamparan kebun yang menghijau di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, tersimpan berbagai cerita yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Salah satu kisah yang hingga kini masih menarik perhatian masyarakat adalah legenda Mak Sumai, sosok misterius yang dalam cerita rakyat dipercaya mendiami kawasan hutan, kebun, hingga tempat-tempat sunyi yang jauh dari permukiman.

Bagi sebagian masyarakat, Mak Sumai bukan sekadar nama. Sosok ini hadir dalam cerita yang mengandung misteri, terutama kisah tentang seseorang yang tersesat dan tiba-tiba sulit ditemukan.

Konon, pada masa lalu, sejumlah orang pergi ke kebun atau kawasan hutan, tetapi tidak kunjung kembali. Keluarga kemudian melakukan pencarian. Mereka memanggil nama orang yang hilang, menyusuri jalan setapak, hingga mencari jejak di antara pepohonan.

Namun, dalam cerita yang berkembang di tengah masyarakat, orang tersebut seolah-olah menghilang tanpa meninggalkan tanda.

Menariknya, beberapa kisah menyebutkan bahwa orang yang dicari akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Lokasinya bahkan disebut berada di tempat yang sebelumnya sudah berkali-kali dilewati oleh keluarga atau warga yang melakukan pencarian.

Dari situlah kemudian muncul ungkapan bahwa orang tersebut “disembunyikan Mak Sumai.” Cerita itu pun terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Legenda Mak Sumai juga berkembang melalui cerita tentang seseorang yang sedang berada di kawasan hutan kemudian mendengar suara perempuan memanggil namanya.

Karena penasaran, orang tersebut kemudian mendekati sumber suara. Namun, tidak ada siapa-siapa. Tak lama kemudian, suara itu kembali terdengar dari arah berbeda.

Ia kembali mengejar suara tersebut. Semakin lama, ia berjalan semakin jauh. Hingga akhirnya, ia tidak lagi mengenali jalan yang sebelumnya ia lewati.

Cerita semacam ini kemudian memperkuat kepercayaan sebagian masyarakat bahwa Mak Sumai memiliki kemampuan membuat seseorang kehilangan arah.

Menurut cerita yang berkembang, seseorang yang memasuki wilayah tertentu bahkan bisa merasa baru berjalan sebentar, padahal waktu telah berlalu selama berjam-jam.

Pertanyaan tersebut hingga kini tidak memiliki jawaban yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Kisah tentang Mak Sumai di Kepahiang tetap berada dalam ranah legenda, cerita rakyat, dan kepercayaan masyarakat. Tidak terdapat bukti ilmiah yang membuktikan bahwa Mak Sumai merupakan makhluk yang benar-benar mampu menghilangkan atau menyembunyikan manusia.

Namun, ada kemungkinan lain yang lebih masuk akal. Cerita tersebut bisa saja dahulu berkembang sebagai bentuk nasihat kepada masyarakat agar tidak sembarangan memasuki hutan, terutama seorang diri.

Sebab, risiko tersesat di kawasan hutan memang nyata. Pepohonan yang rapat, jalan setapak yang menyerupai satu sama lain, perubahan cuaca, hingga keterbatasan orientasi dapat membuat seseorang kehilangan arah.

Karena itu, kisah Mak Sumai mungkin tidak hanya menyimpan unsur mistis, tetapi juga membawa pesan keselamatan.

Meski zaman berubah dan teknologi semakin berkembang, cerita tentang Mak Sumai masih menarik perhatian karena menyimpan misteri yang sulit dilepaskan dari kehidupan masyarakat Kepahiang.

Terlebih, kisah tentang seseorang yang “hilang lalu ditemukan kembali” selalu memiliki daya tarik tersendiri. Jika Mak Sumai hanya sebuah cerita, mengapa kisah tersebut tetap bertahan dan terus diceritakan?

Jawabannya mungkin tidak berada pada sosok Mak Sumai. Bisa jadi, jawabannya justru berada di balik karakter hutan Kepahiang yang luas, sunyi, dan menyimpan banyak kemungkinan.

Pada akhirnya, Mak Sumai tetap menjadi bagian dari cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat. Benar atau tidaknya kisah tersebut menjadi bagian dari kepercayaan masing-masing.

Namun satu hal tetap penting: siapa pun yang memasuki kawasan hutan atau kebun harus mengutamakan keselamatan, tidak berjalan sendirian, mengenali jalur, serta memberi tahu keluarga atau warga sekitar mengenai tujuan dan lokasi yang dituju.

Sebab, tanpa perlu membawa cerita mistis sekalipun, hutan tetap memiliki satu misteri yang nyata: orang bisa benar-benar tersesat ketika kehilangan arah.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.