Jepretnews.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, harga kopi robusta petani di Kabupaten Lampung Utara mengalami penurunan tajam. Dikutif dari lampost.co Jika sebulan lalu harga kopi sempat menyentuh Rp75.000–Rp80.000 per kilogram, kini anjlok menjadi Rp58.000–Rp60.000 per kilogram.
Penurunan harga ini memukul pendapatan petani, terlebih di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Petani kopi Edi mengeluhkan harga yang tidak menguntungkan.
“Sekarang harga yang bagus cuma dihargai Rp58 ribu per kilogram. Padahal ini mau Lebaran,” ujar Edi. petani kopi Kecamatan Abung Tinggi, Sabtu, 31 Mei 2025.
Kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras juga memperburuk keadaan. Beras kualitas sedang dihargai Rp150.000 per sak (10 kg), sementara beras kualitas asalan berkisar Rp130.000–Rp135.000 per 10 kg.
Petani lainnya, Suhedi, mengeluhkan beban tambahan menjelang tahun ajaran baru anak-anak. “Baju, sepatu, buku, semua mahal. Hasil panen tahun ini memang agak lumayan, tapi harga jualnya jatuh,” ujarnya.
Pengepul kopi Herry Sarifuddin menyebut harga kopi saat ini berada di kisaran Rp60.000–Rp63.400 per kilogram, tergantung kualitas dan kadar kelembapan. “Basis kita sekarang 70. Kalau kualitas 90 dihargai Rp64 ribu per kilogram, sementara kualitas 80 sekitar Rp60 ribu,” jelasnya.
Dengan harga yang tidak menguntungkan, petani kopi di Kabupaten Lampung Utara berharap harga kopi bisa kembali membaik, apalagi panen diprediksi mulai menurun dalam beberapa pekan ke depan.(***)
