• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Dulu Dicap ‘KELUARGA MISKIN’, Kini Mereka Dihormati Bupati! Taktik ‘Kontroversial’ Kepahiang Berakhir Tak Terduga!

Byadmin_jepretnews

Des 12, 2025

Jepretnews.com – Kabupaten Kepahiang kembali mengguncang perhatian publik, baik di dunia maya maupun di tengah masyarakat lokal, melalui sebuah kebijakan yang menarik perhatian.

Sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang melakukan aksi yang membuat gaduh, menempelkan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” pada rumah-rumah penerima bantuan sosial (bansos). Namun, baru-baru ini, Dinsos meluncurkan sebuah inisiatif yang benar-benar membalikkan keadaan.

Sebagai langkah terobosan, Dinsos kini menggelar program apresiasi unik. Program ini secara khusus memberikan piagam penghargaan.

“Pemberian piagam kepada para penerima bansos yang telah mencapai kemandirian ekonomi dan memutuskan untuk melakukan graduasi mandiri atau mengundurkan diri secara sukarela dari daftar penerima bantuan,” kata Helmi Johan. Inisiatif positif ini secara resmi dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Desember 2025.

Perubahan drastis fokus ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat agar berani lepas dari ketergantungan bantuan. Jika sebelumnya aksi penempelan stiker bertujuan untuk menegakkan ketepatan sasaran, kini mereka beralih memberikan penghormatan atas keberhasilan.

Momen penting pembagian piagam penghargaan ini berlangsung khidmat di Gedung Command Center Kabupaten Kepahiang. Acara bersejarah ini secara langsung dipimpin oleh Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, yang bertindak sebagai simbol apresiasi tertinggi dari pemerintah daerah.

Tampak hadir pula dalam kesempatan tersebut, perwakilan camat dan perwakilan para kepala desa di wilayah Kepahiang, yang menyaksikan langsung bagaimana warganya merayakan kemandirian.

Bupati H. Zurdi Nata menyampaikan rasa hormat yang mendalam dalam sambutannya. Beliau menegaskan bahwa keputusan warga untuk mundur secara mandiri patut dicontoh dan diberi penghargaan.

“Kepada mereka yang mengundurkan diri secara mandiri karena mereka merasa sudah mampu, inilah yang kita apresiasi,” ujar Bupati.

Beliau menambahkan bahwa tindakan ini mencerminkan kejujuran dan keberanian warga yang memastikan sumber daya pemerintah dapat dialihkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.

Dengan memberikan piagam, Pemerintah Kabupaten Kepahiang berharap langkah ini dapat menginspirasi ratusan penerima bansos lainnya. Selanjutnya, inisiatif ini diperkirakan akan membantu memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara lebih efisien dan etis.

Oleh karena itu, Kabupaten Kepahiang kini memimpin dengan pendekatan yang menggabungkan ketegasan dalam pendataan (melalui stiker) dan kehangatan dalam apresiasi (melalui piagam).

Pendekatan ganda ini secara efektif mengubah stigma penerima bansos menjadi status yang temporer, dan menjadikan kemandirian sebagai sebuah prestasi yang layak diperjuangkan.

Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!