Jepretnews.com – Media sosial kembali dihebohkan dengan munculnya dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 13 Kota Bengkulu.
Isu tersebut viral setelah sejumlah percakapan wali murid beredar luas di TikTok melalui unggahan akun Jejak Kriminal Bengkulu.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena berkaitan dengan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sejumlah narasi yang beredar memunculkan dugaan adanya permintaan uang saat proses pengajuan hingga pencairan dana PIP berlangsung.
Dalam unggahan yang ramai dibagikan warganet, terdapat narasi yang menyebut dugaan pungli melibatkan oknum tertentu.
“Wali Murid SMP Negeri 13 Kota Bengkulu mengeluhkan dugaan pungli dana PIP oleh oknum timses Dewi Coryati berinisial BT yang sempat viral beberapa waktu lalu.”
Selain itu, tangkapan percakapan lain juga memuat pengakuan yang diduga berasal dari wali murid penerima bantuan PIP.
“Kami jugo pas nak pengajuan disuruh bayar 25k, pas cair diminta minimal 50 kek ketua kelompok, keceknyo nak ngasih kek timses yg urus, kami dak ngasih, dan tenyata pengajuan selanjutnya pas pengajuan kami di tandai pake coretan yg artinyo blum ngasih belanjo kek ibu inisial BT, dan alhasil dak prnah cair lagi PIP cuma sekali cair pertama dlu.”
Tak hanya itu, percakapan lain juga menyebut dugaan permintaan uang terjadi lebih dari satu kali.
“KLO kini anak baru masuk kelas 1A 2 kali dapat PIP keduonyo ngasih trus kek [disamarkan] jdi dapat trus. Yg pertama 25 cair 375. Yg keduo 750 kasih 50.”
Bahkan, dalam percakapan tersebut muncul dugaan bahwa sebagian wali murid memilih diam karena khawatir bantuan berikutnya tidak lagi diproses.
“Bnyak yg protes tu sebenarnyo TPI dak brani besuaro. Galo krno seolah diancam dak bakal diurus lagi KLO dak ngasih, jdi mak-mak banyak ko tepaksо nurut.”
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang namanya disebut dalam percakapan viral tersebut. Karena itu, seluruh informasi yang beredar di media sosial masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Publik pun berharap instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang agar polemik tidak semakin liar di tengah masyarakat.
Menanggapi polemik yang berkembang, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Fraksi PDI Perjuangan, Edwar Samsi, S.IP., M.M., menyampaikan keprihatinannya atas munculnya dugaan pemotongan bantuan pendidikan tersebut.
Namun demikian, Edwar Samsi menegaskan bahwa dana aspirasi PIP dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, yang disalurkan melalui DPC PDI Perjuangan dipastikan tidak memiliki potongan dalam bentuk apa pun.
“Untuk dana aspirasi dari Ibu MY Esti Wijayati Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang disalurkan oleh DPC PDI Perjuangan dipastikan tidak ada potongan,” ujar Edwar Samsi.
Ia menegaskan bahwa program PIP hadir untuk membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu di Provinsi Bengkulu.
“Kita ikhlas membantu masyarakat supaya mendapatkan akses PIP. Untuk Provinsi Bengkulu tahun ini kurang lebih dua puluh ribu penerima, jadi kita memang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Viralnya dugaan pungli dana PIP ini membuat masyarakat meminta agar proses pengajuan hingga pencairan bantuan pendidikan diawasi lebih ketat dan dilakukan secara transparan.
Masyarakat juga berharap bantuan pendidikan benar-benar diterima utuh oleh siswa penerima tanpa adanya dugaan pungutan tambahan dari pihak mana pun.
Selain itu, publik meminta pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi agar kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pendidikan tetap terjaga.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
