Jepretnews.com — Ancaman terbesar bagi generasi muda saat ini tidak selalu datang dari luar rumah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan justru dapat masuk melalui layar yang berada dalam genggaman setiap hari. Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.Ip.
Dalam momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas), Bupati menegaskan bahwa keluarga harus kembali menjadi benteng utama dalam menjaga anak-anak dari berbagai pengaruh negatif era digital. Ia meminta seluruh keluarga memperkuat komunikasi dan pendampingan agar generasi muda tetap tumbuh dengan karakter kuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin upacara peringatan Harganas di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang, Senin (29/6).
Saat membacakan amanat Kepala BKKBN, Bupati Zurdi Nata menekankan bahwa Harganas memiliki makna lebih besar daripada sekadar peringatan tahunan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi waktu penting untuk mengevaluasi kembali peran keluarga dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Ia menilai keluarga harus mampu menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan karakter, rasa aman, dan bimbingan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Harganas bukan sekadar tanggal seremonial, melainkan jeda kultural dan refleksi nasional untuk menengok kembali apakah keluarga kita telah menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang,” kata Bupati.
Lebih lanjut, Zurdi Nata mengingatkan bahwa perkembangan dunia digital membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi teknologi memberikan manfaat besar, namun di sisi lain juga dapat menghadirkan berbagai risiko apabila keluarga kehilangan peran pengawasan.
Bupati mengingatkan bahwa berkurangnya komunikasi dalam keluarga dapat membuka ruang bagi pengaruh negatif dari dunia maya. Karena itu, ia meminta orang tua tidak hanya menyediakan kebutuhan materi, tetapi juga menghadirkan waktu dan perhatian bagi anak-anak.
Ia menyebut sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti kecanduan gawai, paparan konten tidak sesuai, hingga perundungan siber atau cyberbullying.
“Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai algoritma digital yang tidak bermoral. Jangan biarkan meja makan menjadi sunyi karena semua sibuk menatap layar. Luangkan waktu untuk berdialog dengan anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi sederhana di dalam keluarga dapat menjadi langkah penting untuk membangun kedekatan emosional sekaligus mencegah anak mencari arah dari sumber yang tidak tepat.
Bupati Zurdi Nata menegaskan bahwa keluarga bukan hanya unit terkecil dalam masyarakat, tetapi menjadi fondasi utama pembangunan bangsa. Ia mengatakan keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun kemajuan infrastruktur.
Menurutnya, bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki karakter, moral, kecerdasan, dan kemampuan bersaing agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kepahiang memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang penuh perubahan cepat.
“Mari rapatkan barisan, satukan tekad demi kehormatan bangsa dan masa depan generasi penerus. Bersama-sama kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar mampu memanfaatkan bonus demografi serta mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Bupati.
Melalui peringatan Harganas ini, Pemerintah Kabupaten Kepahiang menegaskan bahwa masa depan generasi muda tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada kekuatan keluarga dalam memberikan arah, nilai, dan keteladanan.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
