Jepretnews.com – Masyarakat Bengkulu sedang menghadapi krisis BBM yang serius. Harga eceran BBM di beberapa wilayah bahkan tembus Rp30 ribu per liter.
Dikutif dari CNN Indonesia Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, penyebab utama kelangkaan BBM di Bengkulu adalah pendangkalan alur masuk dermaga di Pelabuhan Pulau Baai.
Sejak April lalu, kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar di dermaga tersebut, sehingga suplai BBM Bengkulu harus dialihkan dari wilayah lain.
“Kami memahami hal ini berdampak langsung kepada masyarakat yang harus antre untuk mendapatkan BBM. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan situasi ini,” ujar Heppy.
Pertamina Patra Niaga telah mengambil berbagai langkah percepatan untuk mengatasi kondisi tersebut, termasuk melakukan alih suplai BBM dari Terminal BBM Lubuk Linggau, Terminal BBM Teluk Kabung, dan Terminal BBM Panjang, Lampung. Namun, jarak tempuh dari titik suplai alternatif ini mencapai sekitar 26 jam perjalanan pulang-pergi.
Pertamina Patra Niaga juga menambah 11 unit Mobil Tangki untuk memperkuat armada distribusi BBM dan memperpanjang jam operasional di Terminal BBM Lubuk Linggau, Teluk Kabung, dan Lampung.
“Kami terus berusaha maksimal memastikan pasokan energi ke masyarakat Bengkulu dapat terpenuhi meski dengan tantangan logistik yang berat,” pungkas Heppy.
