Jepretnews.com – Persaingan langsung memanas sejak awal. Ratusan pelajar terbaik dari seluruh SMA/SMK di Kabupaten Kepahiang kini saling sikut dalam satu ajang bergengsi. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memburu satu kehormatan besar: mengibarkan Sang Merah Putih pada HUT RI ke-81 tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi membuka seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Upacara pembukaan digelar di halaman Kantor Kesbangpol Kepahiang, Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dan berlangsung tertib serta penuh khidmat.
Misi Damai Berujung Tragedi! 3 Prajurit RI Gugur di Lebanon, Indonesia Langsung Desak PBB Bertindak
Sejumlah pejabat dan unsur penting hadir langsung dalam kegiatan ini. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepahiang Husni Thamrin tampak memimpin jalannya upacara bersama Kepala Kesbangpol Dendi beserta jajaran. Selain itu, unsur TNI-Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), tim seleksi, serta seluruh peserta turut memadati lokasi.
Sejak tahap awal, seleksi langsung menyaring peserta dalam jumlah signifikan. Kepala Kesbangpol Kepahiang, Dendi, memaparkan data resmi peserta yang lolos administrasi.
Ditarik Mendadak ke Pusat! Kasus Amsal Memanas, DPR Bongkar Dugaan Kejanggalan Ada Apa di Balik Ini?
“Jumlah pendaftar sebanyak 157 orang, dan setelah melalui tahap verifikasi administrasi, sebanyak 129 peserta dinyatakan lulus, terdiri dari 62 putra dan 67 putri. Dari jumlah tersebut akan dipilih 35 orang sebagai Paskibraka Kabupaten, serta tiga pasang di antaranya akan diutus ke tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya.
Artinya, persaingan semakin mengerucut. Setiap peserta harus siap menghadapi tahapan yang jauh lebih ketat.
Panitia langsung menggerakkan sistem seleksi berlapis dengan melibatkan tim profesional dari berbagai unsur. TNI, Polri, tenaga medis, hingga PPI turun langsung menguji kualitas peserta.
“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan transparan guna menjaring generasi muda yang berkualitas, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” katanya.
Seleksi tidak hanya menguji kekuatan fisik. Panitia juga menilai kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, hingga kepribadian. Dengan pendekatan ini, hanya peserta dengan kesiapan lengkap yang akan bertahan.
Dalam amanatnya, Husni Thamrin langsung memberikan peringatan tegas kepada seluruh peserta. Ia meminta mereka mengikuti setiap tahapan dengan disiplin dan sportivitas tinggi.
“Seleksi ini merupakan tahapan penting untuk memilih putra-putri terbaik yang akan bertugas sebagai Paskibraka pada HUT RI ke-81 Tahun 2026. Oleh karena itu, seluruh peserta harus mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa status Paskibraka bukan sekadar prestasi, melainkan tanggung jawab besar.
“Menjadi Paskibraka adalah amanah besar yang membutuhkan fisik, mental, integritas, serta jiwa kepemimpinan yang baik. Tunjukkan kemampuan terbaik selama seleksi berlangsung,” ujarnya.
Selain peserta, panitia dan tim seleksi juga mendapat sorotan. Pembina upacara meminta seluruh pihak menjalankan tugas secara profesional dan objektif agar hasil seleksi benar-benar melahirkan Paskibraka terbaik untuk Kabupaten Kepahiang.
Upacara pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis, lalu ditutup dengan doa bersama dan sesi foto. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat.
Kini, perjalanan panjang dimulai. Dari ratusan peserta yang penuh ambisi dan semangat, hanya mereka yang disiplin, tangguh, dan berintegritas yang akan bertahan hingga akhir berdiri di barisan terpilih, membawa Merah Putih dengan penuh kebanggaan.
Jepretnews.com akan terus mengabarkan setiap perkembangan terbaru dengan menyajikan fakta dan berimbang.! Dukung keberlanjutan berita dengan! Segera follow grup Facebook, Tiktok Jepretnews Official untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!
