Jepretnews.com – Lonjakan kasus mulai terjadi tanpa banyak disadari. Dalam diam, penyakit menular seksual jenis gonore atau kencing nanah terus menyebar di Kabupaten Kepahiang. Kini, ancaman itu tidak lagi terbatas pada orang dewasa, tetapi mulai merambah kalangan remaja.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penyakit ini. Gonore merupakan infeksi bakteri yang dapat menimbulkan dampak serius jika tidak segera ditangani secara tepat.
Misi Damai Berujung Tragedi! 3 Prajurit RI Gugur di Lebanon, Indonesia Langsung Desak PBB Bertindak
Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, dr. Tajri, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus gonore di daerah Kepahiang perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut, jumlah kasusnya menunjukkan perbandingan yang cukup mencolok dibandingkan HIV.
“Di Kepahiang sudah banyak yang mengidap, akibatnya karena pergaulan bebas,” ujar Tajri, Senin (6/4/2026).
Ditarik Mendadak ke Pusat! Kasus Amsal Memanas, DPR Bongkar Dugaan Kejanggalan Ada Apa di Balik Ini?
Ia menjelaskan, jumlah penderita gonore diperkirakan mencapai rasio sekitar 1 banding 10 dari kasus HIV. Saat ini, jumlah penderita HIV di Kabupaten Kepahiang tercatat sekitar 20 orang. Dengan pola penularan yang serupa, potensi penyebaran gonore dinilai tidak bisa dianggap sepele.
Selama ini, masyarakat lebih mengenal HIV/AIDS dan sifilis sebagai penyakit menular seksual yang berbahaya. Namun, gonore juga memiliki risiko serius apabila tidak segera ditangani.
Penyakit ini umumnya ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil serta keluarnya cairan abnormal dari alat kelamin. Sayangnya, banyak penderita mengabaikan gejala awal tersebut. Akibatnya, penanganan terlambat dan risiko penularan semakin meluas.
Yang lebih mengkhawatirkan, kasus gonore kini tidak hanya ditemukan pada orang dewasa. Penyakit ini juga mulai menjangkiti kalangan remaja, termasuk pelajar tingkat SMP dan SMA.
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi orang tua dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pengawasan dan edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran.
“Pergaulan bebas ya harus distop, pengawasan orang tua juga perlu diperhatikan,” tegas Tajri.
Istri Selingkuh Setelah Cerai Masih Punya Hak? Ini Fakta Hukum yang Jarang Diungkap!
Meski tergolong lebih ringan dibandingkan HIV, gonore tetap berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak segera diobati. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala.
“Biasanya itu akibat seks bebas. Kalau sudah kena, jangan ragu untuk konsultasi supaya bisa diobati,” tambah Tajri.
Kini, peningkatan kasus gonore di Kepahiang menjadi peringatan nyata bagi semua pihak. Dari remaja hingga orang dewasa, setiap orang memiliki risiko jika tidak menjaga perilaku sehat.
Karena itu, kesadaran dan tindakan cepat menjadi kunci. Jika tidak segera diantisipasi, penyebaran penyakit ini akan terus berlangsung diam-diam, namun berpotensi semakin luas.
Jepretnews.com akan terus mengabarkan setiap perkembangan terbaru dengan menyajikan fakta dan berimbang.! Dukung keberlanjutan berita dengan! Segera follow grup Facebook, Tiktok Jepretnews Official untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!
