• Rab. Jul 29th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

30 Tahun Kudatuli Diperingati di Bengkulu, Mian Serukan ‘Jas Merah’: Upaya Membungkam Demokrasi Tak Pernah Padamkan Perjuangan PDI Perjuangan

Byadmin_jepretnews

Jul 26, 2026

Jepretnews.com – Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Provinsi Bengkulu berlangsung khidmat sekaligus sarat makna. DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu menggelar istighosah

dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa 27 Juli 1996 yang dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan ba’da Salat Isya, Minggu (26/7/2026), dan dipusatkan di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.

Sementara itu, seluruh jajaran DPC PDI Perjuangan di kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom yang terhubung langsung dengan lokasi utama.

Peringatan 30 tahun Kudatuli tidak hanya menjadi agenda seremonial. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk kembali mengingat sejarah perjuangan mempertahankan demokrasi yang pernah menghadapi berbagai tekanan politik.

Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.IP., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tingkat provinsi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu yang juga Wakil Gubernur Bengkulu, H. Ir. Mian.

Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Bengkulu Eko Kurnia Ningsih, seluruh anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fraksi PDI Perjuangan, anggota DPRD Kabupaten Kepahiang, anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, hingga seluruh pengurus DPC PDI Perjuangan se-Kabupaten Kepahiang.

Di saat yang sama, seluruh DPC PDI Perjuangan se-Provinsi Bengkulu mengikuti rangkaian kegiatan secara daring sebagai bentuk kebersamaan dalam memperingati peristiwa bersejarah tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu yang juga Wakil Gubernur Bengkulu, H. Ir. Mian, mengajak seluruh kader untuk tidak melupakan sejarah perjuangan demokrasi Indonesia.

“Malam ini, kita berkumpul di Desa Tugu Rejo, dan dari pusat Ibu Megawati Soekarnoputri juga hadir, bahwa hari ini kita memperingati peristiwa Kudatuli, yaitu kerusuhan 27 Juli yang terjadi 30 tahun lalu. Sebagai bangsa dan negara demokrasi, kita harus selalu mengingat pesan Jas Merah jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tutur Mian.

Menurut Mian, pesan Jas Merah bukan sekadar slogan, melainkan pengingat agar bangsa Indonesia tidak mengabaikan perjalanan sejarah yang telah membentuk demokrasi hingga saat ini.

Ia menegaskan bahwa sejarah 30 tahun silam memperlihatkan adanya upaya membungkam demokrasi. Namun, menurutnya, semangat kader dan simpatisan PDI saat itu tetap bertahan sehingga perjuangan politik terus berlanjut.

Mian menambahkan bahwa peristiwa 27 Juli 1996 memberikan pelajaran penting mengenai arti mempertahankan nilai-nilai demokrasi.

“Apa makna Jas Merah? Maknanya adalah sejarah. Sejarah 30 tahun lalu mengajarkan kepada kita tentang upaya mengotoriterkan demokrasi. Saat itu, basis massa PDI tidak setuju, karena demokrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.” Ujarnya.

Ia juga menilai bahwa berbagai dinamika politik yang terjadi saat itu tidak mampu menghentikan perjalanan PDI Perjuangan.

“Oleh karena itu, peristiwa Kudatuli atau kerusuhan 27 Juli yang saat itu berupaya membubarkan PDI, pada akhirnya tidak mampu mematahkan semangat perjuangan. PDI Perjuangan tetap kuat, tetap kokoh, dan tetap solid. Karena itulah, pada malam hari ini kita patut bersyukur dengan menggelar istighosah dan menjalin silaturahmi bersama,” tutup Mian.

Melalui peringatan 30 Tahun Kudatuli, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu berharap semangat menjaga demokrasi, persatuan, serta nilai-nilai perjuangan tetap hidup di tengah masyarakat.

Selain menjadi momentum mengenang sejarah, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarkader sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga kehidupan demokrasi di Indonesia.

Sebagai wujud kepedulian sosial yang sejalan dengan semangat gotong royong dan kemanusiaan, di penghujung acara Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Eko Kurnianingsih, menyerahkan bingkisan kepada 30 anak yatim piatu.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat, penuh kehangatan, dan kebersamaan, sekaligus menegaskan bahwa semangat perjuangan tidak hanya diwujudkan dalam menjaga demokrasi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.