Jepretnews.com – Aktivitas berburu di kawasan perkebunan Desa Gunung Agung, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, berujung kecemasan.
Rafa Saputra, remaja berusia 15 tahun asal Simpang Kemiri, Talang Rimbo Lama, dilaporkan hilang setelah mengikuti kegiatan berburu pada Minggu, 27 September 2026.
Peristiwa ini menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga. Pasalnya, sebelum kehilangan kontak dengan Rafa, sang paman sempat meminta remaja tersebut naik ke kendaraan karena diduga mengalami kelelahan.
Namun, hingga malam tiba, Rafa tak kunjung kembali. Keluarga yang semakin cemas kemudian melakukan pencarian secara mandiri. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Kini, Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan berbagai peralatan, termasuk drone, untuk menyisir kawasan perkebunan demi menemukan keberadaan remaja tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rafa terakhir kali terlihat di kawasan perkebunan Desa Gunung Agung pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, Rafa tengah melakukan aktivitas berburu. Di tengah kegiatan tersebut, pamannya sempat meminta Rafa naik ke kendaraan karena diduga sudah mengalami kelelahan.
Akan tetapi, setelah kejadian itu, keluarga tidak lagi mengetahui keberadaan Rafa.
Keluarga kemudian berupaya mencari korban secara mandiri. Namun, hingga malam hari, mereka belum berhasil menemukan remaja tersebut.
Situasi itu mendorong keluarga melaporkan kehilangan Rafa kepada pihak berwenang agar petugas segera melakukan pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu menerima laporan hilangnya Rafa pada Senin, 28 September 2026, dari Kepala Unit Siaga SAR Rejang Lebong. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan Tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian di kawasan perkebunan Desa Gunung Agung.
Tim Rescue Unit SAR Rejang Lebong berangkat menuju lokasi sekitar pukul 11.50 WIB. Selanjutnya, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu menyusul pada pukul 12.00 WIB.
Pengerahan personel tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan pencarian dan menyisir sejumlah titik yang berpotensi membantu petugas menemukan Rafa.
Selain itu, tim juga mengintensifkan koordinasi dengan berbagai unsur yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dalam operasi pencarian, Tim SAR gabungan melibatkan Polsek Bermani Ilir, Babinsa, pemerintah desa, ORARI, RAPI, Pokdarwis, SAR MTA, serta masyarakat dan relawan lainnya.
Untuk mendukung operasi tersebut, petugas membawa berbagai peralatan, mulai dari Rescue Car, perlengkapan SAR mountaineering, alat komunikasi, perlengkapan medis, hingga perangkat dokumentasi.
Tak hanya itu, tim juga mengerahkan drone untuk memantau kawasan perkebunan dari udara. Penggunaan drone diharapkan dapat membantu petugas mengamati area yang sulit dijangkau melalui penyisiran langsung. Dengan demikian, tim dapat memaksimalkan pemantauan di tengah luasnya kawasan perkebunan.
Meski demikian, kondisi medan yang cukup menantang menuntut seluruh personel untuk tetap waspada selama menjalankan operasi. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu mengimbau seluruh personel dan unsur yang terlibat agar selalu mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.
Sementara itu, Kapolsek Bermani Ilir, Iptu Adi Saputra, membenarkan adanya laporan orang hilang di wilayah Kecamatan Bermani Ilir pada Senin, 28 September 2026.
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima informasi awal dari masyarakat mengenai seseorang yang belum kembali setelah berburu di Desa Gunung Agung.
“Informasi awal dari masyarakat, bahwa ada yang belum pulang saat berburu di wilayah Desa Gunung Agung, Kecamatan Bermani Ilir, kini masih dalam pencarian,” kata Kapolsek.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa petugas masih berupaya menemukan keberadaan Rafa.
Hingga berita ini ditulis, Tim SAR gabungan masih terus menyisir kawasan perkebunan Desa Gunung Agung untuk menemukan Rafa Saputra. Petugas juga memaksimalkan koordinasi dan pemanfaatan peralatan pendukung guna memperluas jangkauan pencarian.
Di sisi lain, keluarga dan masyarakat masih menanti kabar mengenai keberadaan remaja berusia 15 tahun tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga Kecamatan Bermani Ilir. Sementara itu, petugas terus melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
