• Sen. Sep 7th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

“Turun Bro!” Jalan Ekstrem di Langgar Jaya, Perjalanan Kajari Kepahiang Buka Ingatan tentang Jenazah yang Pernah Diusung Warga

Byadmin_jepretnews

Sep 4, 2026

Jepretnews.com – Perjalanan sosial Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepahiang Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, S.H., M.H., bersama komunitas Trail Adventure Adhyaksa Sehasen (TRASS) menuju kawasan terpencil di Kabupaten Kepahiang justru menghadirkan cerita lain.

Di balik misi memasang jaringan internet Starlink di SDN 07 Muara Kemumu, terdapat kondisi jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.

Jalur ekstrem itu kembali menjadi sorotan karena warga Desa Langgar Jaya, Kecamatan Bermani Ilir, pernah menggunakannya untuk membawa jenazah dengan tandu dan sepeda motor.

Momentum tersebut semakin menarik perhatian ketika rombongan Kajari Kepahiang melintasi jalur tersebut. Di hadapan kamera wartawan Jepretnews.com, Bagus Nur Jakfar melontarkan kalimat singkat yang terdengar satir.

“Turun Bro,” ujar Bagus Nur Jakfar.

Kalimat itu kemudian menjadi bagian yang menarik perhatian karena muncul ketika rombongan menghadapi medan jalan yang cukup berat.

Jalur menuju kawasan Langgar Jaya bukan sekadar lintasan bagi komunitas petualang. Masyarakat setempat memanfaatkan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menghadapi situasi duka. Catatan peristiwa sebelumnya menunjukkan kondisi tersebut pernah menjadi perhatian publik.

Pada 2023, warga merekam proses evakuasi jenazah Sukur (64), warga Desa Langgar Jaya. Belasan warga bersama unsur TNI membantu membawa jenazah menggunakan sepeda motor melalui medan yang sulit.

Dua tahun kemudian, pada 23 Januari 2025, warga kembali menghadapi kondisi serupa. Video yang beredar memperlihatkan proses membawa jenazah Wan Sepi, 60 tahun, yang hendak dimakamkan di kampung halamannya di luar desa.

Peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana kondisi akses jalan dapat menjadi persoalan serius bagi masyarakat, terutama ketika warga menghadapi keadaan darurat.

Kehadiran Kajari Kepahiang bersama komunitas TRASS sebenarnya membawa misi sosial. Rombongan menerjang jalur ekstrem untuk menuju SDN 07 Muara Kemumu, Dusun Damar Kencana, dengan membawa agenda pemasangan Starlink.

Langkah tersebut bertujuan membantu menghadirkan akses internet bagi sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan. Namun, perjalanan itu sekaligus memperlihatkan persoalan lain yang tidak kalah penting, kondisi akses menuju kawasan tersebut.

Karena itu, satu perjalanan sosial akhirnya membuka kembali pembicaraan mengenai kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.

Ucapan “Turun Bro” menjadi potongan kalimat yang paling mencolok dalam perjalanan tersebut. Dalam konteks rekaman, kalimat itu muncul ketika rombongan berhadapan langsung dengan medan jalan yang ekstrem.

Ungkapan tersebut dapat dipahami sebagai celetukan spontan dalam situasi perjalanan. Namun, kemunculannya di tengah kondisi jalan yang berat membuat kalimat singkat itu terasa memiliki daya simbolik tersendiri.

Di satu sisi, rombongan menjalankan misi sosial untuk membantu sekolah mendapatkan akses internet. Di sisi lain, perjalanan itu memperlihatkan realitas yang masih dihadapi masyarakat di kawasan tersebut.

Pada akhirnya, perjalanan menuju sekolah bukan hanya soal memasang Starlink. Medan yang dilewati juga kembali mengingatkan publik bahwa akses jalan tetap menjadi kebutuhan mendasar bagi warga.

Dari medan ekstrem itulah, satu kalimat sederhana “Turun Bro” justru ikut membuka kembali cerita panjang tentang perjuangan warga Desa Langgar Jaya menghadapi akses jalan yang sulit.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.