Jepretnews.com – Kepanikan pecah di Desa Embong Ijuk, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, ketika kobaran api mengamuk pada Minggu malam, 23 Agustus 2026. Dalam hitungan waktu, si jago merah melalap satu unit rumah warga hingga rata dengan tanah.
Kebakaran rumah di Kepahiang tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Api membakar kediaman An. Harun (60) dan menghanguskan bangunan beserta berbagai bagian di dalamnya.
Warga yang mengetahui kejadian langsung bergerak. Mereka berjibaku memadamkan kobaran api dan berusaha mencegah api meluas ke area sekitar. Namun, api bergerak begitu cepat hingga bangunan rumah tidak mampu diselamatkan.
Setelah kobaran berhasil dikendalikan, kondisi rumah sangat memprihatinkan. Bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh kini hanya menyisakan puing-puing.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Kepahiang, Dedi Sukrizal, ST, mengatakan pemilik rumah tidak berada di kediamannya saat kebakaran berlangsung. Situasi tersebut membuat kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Kendati demikian, korban harus menanggung kerugian materiel yang cukup besar akibat rumahnya hangus terbakar.
“Aset tempat tinggal korban, tinggal puing. Karena saat kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di rumahnya,” ujar Dedi.
Pernyataan itu memperlihatkan besarnya dampak kebakaran. Api tidak hanya merusak sebagian bangunan, tetapi menghanguskan rumah hingga tidak dapat digunakan kembali.
Selain kehilangan tempat tinggal, korban juga menghadapi kerugian materiel yang diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Namun, petugas belum mengetahui penyebab pasti yang memicu kebakaran tersebut. Karena itu, masyarakat perlu menunggu keterangan resmi dan tidak terburu-buru menyimpulkan sumber api.
“Belum diketahui penyebab dari kebakaran yang terjadi ini, namun kerugian korban ditaksir mencapai Rp200 juta. Saat kejadian, warga ikut berjibaku memadamkan api,” jelas Dedi.
Di tengah situasi tersebut, warga sekitar menunjukkan kepedulian dengan ikut membantu proses pemadaman. Mereka bergerak bersama untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
Peristiwa kebakaran di Desa Embong Ijuk kembali menjadi pengingat bagi masyarakat Kepahiang agar tidak lengah terhadap potensi sumber api di rumah.
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepahiang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hendak meninggalkan rumah.
Petugas meminta warga memeriksa instalasi listrik secara berkala. Selain itu, masyarakat perlu memastikan kompor dan peralatan lain yang menghasilkan panas sudah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Langkah pencegahan tersebut penting karena api dapat berkembang cepat dan menimbulkan kerugian besar. Pemeriksaan sederhana sebelum keluar rumah juga dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kebakaran.
Kini, rumah An. Harun di Desa Embong Ijuk hanya menyisakan puing. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kerugian sekitar Rp200 juta menjadi pukulan berat bagi korban.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
