Jepretnews.com – Dua puluh tahun mengabdi ternyata belum otomatis menghadirkan kepastian. Ria Herlina (38), warga Desa Taba Mulan, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, masih harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga meski telah bertahun-tahun bekerja sebagai operator sekolah.
Sejak 2006, Ria menjalankan tugas sebagai tenaga honorer di lingkungan sekolah. Ia pernah berpindah tugas dari SMP Negeri 1 Merigi, SMP Negeri 1 Ujan Mas, hingga kini bertugas di SD Negeri 2 Merigi.
Namun, perjalanan panjang tersebut belum membawanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun PPPK penuh waktu.
Alih-alih hanya mengandalkan penghasilan dari sekolah, Ria justru harus menjalani pekerjaan tambahan. Ia mengojek, mengantar-jemput siswa, hingga berjualan sayuran keliling untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Ria mengawali pengabdiannya sebagai operator sekolah dengan penghasilan sekitar Rp200 ribu per bulan. Waktu kemudian berjalan, penghasilannya meningkat menjadi Rp600 ribu.
Kini, pemerintah telah mengangkatnya sebagai PPPK paruh waktu dengan penghasilan sekitar Rp1 juta. Namun, bagi Ria, nominal tersebut masih jauh dari kata cukup.
Terlebih, Ria harus membesarkan anak seorang diri setelah suaminya meninggal dunia pada 2019 akibat serangan jantung.
“Awal honorer operator sekolah itu gajinya Rp200 ribu, naik Rp600 ribu sampai diangkat PPPK paruh waktu digaji Rp1 juta. Dibilang cukup, ya tidak, karena biaya sekolah anak saya, saya lah ayah sekaligus ibunya,” ungkap Ria.
Kondisi tersebut membuat Ria tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari pekerjaan di sekolah. Ia kemudian mencari sumber penghasilan lain setelah menyelesaikan tugasnya.
Setiap hari, Ria juga menerima jasa mengojek dan mengantar-jemput siswa. Pekerjaan tersebut ia jalankan untuk menambah pemasukan keluarga.
Tidak hanya itu, Ria juga menjalankan usaha kecil-kecilan dengan menjual sayuran keliling. Ia membeli sayuran berdasarkan pesanan warga, kemudian mengantarkannya kepada pelanggan.
“Ya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya ngojek dan jualan sayur keliling, ada yang pesan, saya beli dan antarkan,” ungkap Ria.
Dengan begitu, rutinitas Ria tidak berhenti ketika pekerjaan sekolah selesai. Ia kembali bekerja demi memastikan kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak tetap terpenuhi.
Selama 20 tahun bekerja di sekolah, Ria mengaku merasakan berbagai suka dan duka. Salah satu pengalaman yang ia hadapi berkaitan dengan aktivitas berjualan sayuran.
Ria mengungkapkan, pernah ada pimpinan sekolah yang melarang dirinya berjualan sayuran di lingkungan sekolah.
Meski demikian, larangan tersebut tidak memadamkan semangatnya untuk mencari penghasilan tambahan. Ia tetap menjalankan pekerjaannya di luar lingkungan sekolah.
Kini, Ria kembali menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan kesempatan kepada tenaga teknis sekolah seperti operator untuk memperoleh status PPPK penuh waktu.
“Besar harapan kami dapat diangkat PPPK penuh waktu, seperti teman-teman seperjuangan lainnya,” kata Ria.
Pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK sejak 2023 membawa perubahan bagi banyak tenaga pendidikan yang memenuhi ketentuan dan masuk dalam database Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan tenaga teknis sekolah, termasuk operator. Pengangkatan mereka tetap bergantung pada ketentuan dan ketersediaan formasi.
Karena itu, pengabdian panjang Ria kembali menghadirkan persoalan yang lebih besar. Setelah dua dekade bekerja, ia masih harus menunggu peluang mendapatkan status PPPK penuh waktu.
Di tengah tuntutan kebutuhan hidup yang terus meningkat, Ria memilih tetap bekerja daripada menyerah. Pagi hingga siang ia menjalankan tugas sekolah, kemudian ia kembali mencari penghasilan melalui jasa ojek dan berjualan sayuran.
Dua puluh tahun pengabdian telah ia lewati. Kini, Ria hanya berharap perjuangannya sebagai operator sekolah tidak berhenti sebagai catatan panjang tanpa kepastian.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
