• Rab. Jul 29th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

GEMPAR! Kasat Narkoba Diciduk di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Diduga Dalang Penyelundupan Sabu Internasional!

Byadmin_jepretnews

Jul 12, 2025

Jepretnews.com – Kabar mengejutkan datang dari Mabes Polri! Iptu SH, Kepala Satuan Narkoba Polres Nunukan, baru-baru ini diciduk tim gabungan dalam operasi senyap. Ia diduga kuat terlibat dalam jaringan penyelundupan sabu-sabu skala internasional di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dilansir dari mistar.id Penangkapan ini juga menyeret beberapa anggota kepolisian lainnya, memicu pertanyaan besar: Seberapa dalam akar sindikat narkoba ini menancap di tubuh aparat?

Penangkapan dramatis ini bermula pada Rabu (9/7/2025). Tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Divisi Propam Mabes Polri, dan Polda Kalimantan Utara melancarkan operasi rahasia di Pulau Sebatik, Nunukan.

Lokasi ini memang sudah lama dikenal sebagai “jalur neraka” peredaran narkoba lintas negara, menjadikannya sarang empuk bagi para bandar. Dari operasi yang memukau ini, sebanyak tujuh anggota kepolisian berhasil diamankan, termasuk Iptu SH. Empat di antaranya diduga kuat terlibat aktif dalam dugaan penyelundupan sabu dari wilayah perbatasan.

“Penangkapan ini bukan asal tangkap. Kami sudah melakukan penyelidikan internal yang cukup lama, melibatkan pengawasan intensif terhadap aktivitas para tersangka,” ungkap Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Narkoba Bareskrim Polri, dalam konferensi pers yang menggegerkan.

Tak hanya di lokasi penangkapan, penyidik juga langsung bergerak cepat menggeledah rumah dinas Iptu SH di Nunukan Barat. Meskipun belum ada rilis resmi terkait temuan barang bukti, pemeriksaan digital dan keuangan terhadap para terduga pelaku masih terus berlangsung. Ini menandakan tekad kuat aparat untuk membongkar seluruh aset dan jejak digital mereka.

Brigjen Eko menambahkan, “Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mabes Polri. Fokus kami adalah mendalami motif, mengungkap seluruh jaringan, dan melacak alur logistik narkoba yang melibatkan mereka.” Ini adalah sinyal bahwa kasus ini akan diusut tuntas, tanpa pandang bulu.

Kasus yang mencoreng nama baik institusi ini sontak memicu kemarahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam konferensi pers di Jakarta, beliau menegaskan komitmennya untuk ‘bersih-bersih’ institusi dari oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenang dan merusak citra Polri.

“Apabila terbukti, sanksinya jelas. Pecat tidak hormat dan proses pidana. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran berat seperti ini,” tegas Kapolri dengan nada penuh penekanan, mengirimkan pesan keras kepada siapa pun yang berani bermain api dengan narkoba.

Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Hary Sudwijanto, juga memastikan bahwa seluruh proses akan berjalan transparan dan sesuai prosedur hukum. Sementara itu, posisi Kasat Narkoba di Polres Nunukan akan segera diisi oleh pejabat pengganti sambil menunggu hasil akhir pemeriksaan dari Propam dan Bareskrim.

Kasus ini juga mendapat sorotan tajam dari berbagai aktivis antinarkoba di Kalimantan Utara. Mereka mendesak agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada penangkapan semata, melainkan harus mampu mengungkap siapa saja jaringan besar di balik operasi narkoba yang melibatkan oknum aparat ini.

Akankah kasus ini menjadi pintu masuk untuk memberantas tuntas mafia narkoba yang selama ini terkesan “kebal hukum”? Publik menanti dengan napas tertahan.

(Foto: Istimewa/Mistar)