Jepretnews.com – Dugaan persoalan dalam pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Kepahiang mulai terbuka ke publik. Audit investigasi dan audit khusus yang dilakukan Inspektorat Daerah Kabupaten Kepahiang di Desa Pekalongan, Kecamatan Ujan Mas, mengungkap temuan bernilai ratusan juta rupiah.
Hasil pemeriksaan ini langsung menjadi perhatian karena dinilai dapat menjadi titik awal pembenahan sistem pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di seluruh Kabupaten Kepahiang.
Temuan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran desa semakin diperketat. Di sisi lain, Inspektorat menegaskan bahwa proses audit bertujuan memastikan penggunaan keuangan negara berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Audit investigasi dan audit khusus terhadap pengelolaan ADD dan DD Tahun Anggaran 2025 di Desa Pekalongan menemukan indikasi persoalan dalam tata kelola keuangan desa. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, nilai temuan diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Kepahiang, Dedi Candira WK, S.Sos., M.AP, melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, proses tindak lanjut hasil audit masih berjalan sehingga pemerintah desa masih memiliki kesempatan untuk memenuhi seluruh rekomendasi yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).
“Terkait dengan LHP pengelolaan ADD/DD Desa Pekalongan kini masih berprogres 60 hari, saat ini temuan sudah berprogres 15 persen. Total temuannya kurang lebih di angka Rp300 juta,” jelas Dedi.
Dedi menjelaskan bahwa tindak lanjut atas hasil audit saat ini baru mencapai sekitar 15 persen. Karena itu, Inspektorat masih memberikan kesempatan kepada pemerintah desa untuk menyelesaikan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyebutkan, masa tindak lanjut LHP masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Selama periode tersebut, pemerintah desa diharapkan mampu menyelesaikan seluruh rekomendasi agar proses pengawasan berjalan maksimal.
“Masa pengembalian LHP atas audit pengelolaan ADD/DD pemerintah desa ini masih berlangsung sampai dengan akhir Agustus,” ujar Dedi.
Menurutnya, penyelesaian rekomendasi audit merupakan bagian penting dalam memperbaiki tata kelola keuangan desa sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara di tingkat desa.
Inspektorat menilai hasil audit di Desa Pekalongan dapat menjadi sampel sekaligus bahan evaluasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Kepahiang. Dengan adanya temuan tersebut, setiap pemerintah desa diharapkan semakin disiplin dalam mengelola administrasi, melaksanakan kegiatan pembangunan, hingga mempertanggungjawabkan penggunaan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa.
Langkah ini juga diharapkan mampu mencegah munculnya persoalan serupa pada masa mendatang sehingga tata kelola keuangan desa semakin transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Dedi menegaskan bahwa audit investigasi maupun audit khusus tidak semata-mata dilakukan untuk mencari kesalahan. Sebaliknya, pemeriksaan bertujuan memverifikasi setiap laporan masyarakat secara objektif sekaligus mencegah potensi penyimpangan penggunaan anggaran desa.
Dalam pelaksanaannya, tim auditor melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mereka memeriksa kelengkapan dokumen administrasi, mencocokkan laporan keuangan, hingga melakukan pengecekan terhadap pekerjaan fisik yang dibiayai menggunakan Dana Desa.
“Tujuan utama audit yang kita lakukan ini untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran agar program pembangunan yang menggunakan dana desa tepat sasaran,” ujar Dedi.
Hasil audit Desa Pekalongan kini menjadi perhatian publik sekaligus menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Kepahiang untuk terus memperkuat sistem pengawasan pengelolaan Dana Desa.
Dengan pengawasan yang konsisten dan tindak lanjut yang optimal, diharapkan setiap anggaran yang bersumber dari keuangan negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat serta mendorong pembangunan desa yang lebih berkualitas.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
