Jepretnews.com – Penantian masyarakat terhadap wajah baru Taman Santoso Kepahiang mulai memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Kepahiang resmi menandai dimulainya revitalisasi melalui kegiatan titik nol pada Sabtu (15/8/2026).
Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Momentum ini menjadi tanda dimulainya salah satu program prioritas pemerintah daerah untuk menata kembali ruang publik yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Kepahiang.
Namun, pemerintah tidak mengubah kawasan tersebut secara sekaligus. Pemerintah memilih pola revitalisasi bertahap dengan tetap mempertahankan bangunan yang masih layak.
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Bambang Utoyo, MM, mengatakan revitalisasi Taman Santoso menjadi bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Kepahiang.
Bambang menjelaskan, pemerintah akan mengerjakan revitalisasi secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah memprioritaskan tiga fasilitas utama, yakni jogging track, landmark Kepahiang, dan tempat kuliner.
“Revitaslisasi ini dilakukan secara bertahap untuk tahap pertama akan kita buat jogging track, landmark Kepahiang, dan tempat kuliner,” kata Bambang Utoyo.
Rencana tersebut langsung memberikan gambaran mengenai konsep baru Taman Santoso. Pemerintah tidak hanya mengejar perubahan tampilan, tetapi juga menyiapkan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas masyarakat.
Jogging track akan memberikan ruang bagi warga untuk berolahraga. Sementara itu, landmark Kepahiang dapat menjadi identitas visual baru kawasan. Kemudian, area kuliner berpotensi menghidupkan aktivitas ekonomi sekaligus menjadikan taman sebagai tempat berkumpul.
Revitalisasi Taman Santoso masuk dalam daftar program prioritas Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Pemerintah merancang proyek tersebut secara bertahap karena total kebutuhan anggarannya cukup besar.
Berdasarkan perencanaan, total kebutuhan revitalisasi diperkirakan mencapai Rp18 miliar. Untuk tahap pertama, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,7 miliar.
Dengan skema tersebut, pemerintah dapat menjalankan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Pada saat yang sama, pemerintah tetap mempertahankan bagian bangunan yang masih layak.
Langkah itu membuat revitalisasi tidak sekadar berorientasi pada pembongkaran fasilitas lama. Pemerintah juga berupaya memanfaatkan aset yang masih dapat digunakan.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, pemerintah menunjuk CV Amira Pratama sebagai pihak yang mengerjakan revitalisasi Taman Santoso. Setelah titik nol berlangsung, proyek memasuki tahapan pelaksanaan. Selanjutnya, masyarakat akan melihat secara bertahap perubahan kawasan tersebut sesuai dengan konsep yang telah pemerintah siapkan.
Perubahan ini tentu menjadi perhatian karena Taman Santoso memiliki posisi penting sebagai ruang publik di Kepahiang. Karena itu, kualitas pembangunan dan kebermanfaatan fasilitas akan menjadi bagian penting dari keberhasilan revitalisasi.
Dalam kegiatan titik nol tersebut, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata hadir bersama sejumlah pejabat daerah. Turut mendampingi Bupati, Ketua DPRD Kepahiang Gregory Dayefiandro, Sekretaris Daerah Kepahiang Dr. Hartono, Asisten Bidang Pembangunan Musi Dayan, Kepala Bappeda Salihin, Sekretaris Dinas PUPR Hadiyono, Kabid Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Bambang Utoyo, serta Kepala Bagian Pembangunan Dishaidil FH.
Kini, revitalisasi Taman Santoso resmi memasuki babak baru. Anggaran awal Rp4,7 miliar menjadi pijakan pertama dari rencana penataan dengan total kebutuhan sekitar Rp18 miliar.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai perencanaan, masyarakat Kepahiang akan mendapatkan ruang publik dengan wajah baru, lengkap dengan jogging track, landmark Kepahiang, dan area kuliner.
Dengan demikian, Taman Santoso berpeluang tidak hanya tampil lebih menarik, tetapi juga menjadi ruang publik yang lebih aktif dan memiliki identitas kuat bagi Kabupaten Kepahiang.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
