Jepretnews.com – Taman Santoso Kabupaten Kepahiang segera memasuki fase perubahan. Pelaksanaan titik nol menjadi penanda bahwa proyek revitalisasi Taman Santoso mulai bergerak dan CV Amira Pratama segera menjalankan pekerjaan di lapangan.
Proyek tersebut menjadi perhatian karena pemerintah tidak hanya menargetkan pembenahan tampilan taman. Revitalisasi juga akan menghadirkan fasilitas baru yang dapat mengubah fungsi kawasan tersebut menjadi ruang publik yang lebih aktif.
Di sisi lain, lokasi Taman Santoso yang berada di pusat kota membuat pelaksanaan proyek membutuhkan pengaturan yang cermat. Aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan harus tetap berjalan ketika pekerjaan berlangsung.
Andre dari CV Amira Pratama mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengerjakan revitalisasi Taman Santoso selama 120 hari kerja. Dalam periode tersebut, pelaksana akan menggarap sejumlah bagian utama yang menjadi konsep perubahan taman.
“Revitalisasi taman kota ini akan dikerjakan selama 120 hari kerja, adapun. Item manyor nya itu ada jogging track, ada landmark sebagai icon Kepahiang,” Kata Andre kepada redaksi Jepretnews.com pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan arah utama proyek. Pembangunan jogging track akan memberikan fasilitas bagi warga yang ingin berolahraga di pusat kota. Sementara itu, landmark akan menjadi elemen penting yang membawa identitas Kepahiang ke dalam kawasan Taman Santoso.
Karena itu, masyarakat tidak hanya menunggu taman dengan tampilan baru. Mereka juga menanti fasilitas yang dapat membuat kawasan tersebut semakin ramai dan bermanfaat.
Namun, pembangunan di pusat kota tidak bisa berjalan sembarangan. Aktivitas masyarakat tetap berlangsung, sementara kendaraan terus melintasi kawasan sekitar taman.
Andre memastikan pihaknya akan menyesuaikan tahapan pekerjaan dengan kondisi lapangan. Pelaksana juga akan mengatur pekerjaan agar proses revitalisasi tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Andre juga memastikan proses revitalisasi taman kota tidak akan menghambat laju lalu lintas masyarakat karena berada di pusat kota. Dengan demikian, pelaksana harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kepentingan warga. Pekerjaan harus bergerak sesuai target, tetapi akses masyarakat juga tetap mendapatkan perhatian.
Menariknya, revitalisasi Taman Santoso membawa target yang lebih besar daripada sekadar mempercantik kawasan. Pemerintah juga ingin menjadikan taman sebagai ruang publik yang lebih hidup.
Selain jogging track dan area rekreasi, pemerintah menargetkan keberadaan area kuliner dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Konsep tersebut dapat membuat Taman Santoso memiliki lebih banyak fungsi. Warga bisa berolahraga, menikmati suasana taman, berkumpul, sekaligus menikmati kuliner dalam satu kawasan.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, revitalisasi ini berpotensi mengubah pola pemanfaatan ruang publik di pusat Kabupaten Kepahiang.
Pelaksanaan titik nol kini menjadi awal perjalanan proyek revitalisasi Taman Santoso. Selanjutnya, proses pengerjaan akan berlangsung selama 120 hari kerja sesuai target yang disampaikan pelaksana.
Kini perhatian masyarakat tertuju pada proses pembangunan di lapangan. Publik akan menunggu apakah rancangan jogging track, landmark, ruang rekreasi, dan area kuliner benar-benar mampu menghadirkan wajah baru Taman Santoso.
Satu hal sudah pasti, perubahan Taman Santoso telah dimulai dari titik nol. Selama proses pembangunan berjalan, hasil akhir proyek akan menjadi jawaban atas harapan masyarakat terhadap ruang publik yang lebih nyaman, aktif, dan representatif di pusat Kabupaten Kepahiang.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
