Jepretnews.com — Listrik padam 24 jam di Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, akhirnya mendapat penjelasan dari PLN.
Setelah warga menghadapi gangguan pasokan listrik dalam waktu panjang, petugas menemukan kerusakan pada kabel induk yang menyuplai sebagian wilayah Kabupaten Kepahiang.
Namun, persoalan tidak berhenti pada satu titik. Cuaca ekstrem turut memicu gangguan jaringan. Bahkan, petugas menemukan pohon dan kayu roboh yang menimpa jaringan listrik di Desa Muara Langkap dan Desa Bukit Menyan.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian sumber gangguan membutuhkan waktu. Petugas PLN harus menyusuri jaringan untuk memastikan titik kerusakan sebelum melakukan penanganan.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, redaksi Jepretnews.com berhasil menghubungi Supervisor Pelayanan UPTD PLN Kepahiang, Dimas, melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 1 September 2026.
Dimas menjelaskan bahwa petugas lapangan bekerja ekstra untuk melacak titik kerusakan pada jalur utama yang menyuplai sebagian wilayah Kabupaten Kepahiang.
Petugas kemudian menemukan kerusakan pada kabel induk di Desa Suro sekitar pukul 03.00 WIB.
“Petugas baru berhasil menemukan titik kerusakan pada kabel induk di Desa Suro sekitar pukul 03.00 WIB dini hari akibat cuaca ekstrem. Kemudian, ditemukan gangguan berupa pohon dan kayu roboh yang menimpa jaringan listrik di Desa Muara Langkap serta Desa Bukit Menyan,” jelas Dimas.
Temuan itu sekaligus menjelaskan salah satu penyebab listrik padam di Tebat Karai. Cuaca ekstrem dan pohon tumbang memberikan tekanan tambahan terhadap jaringan listrik yang berada di sejumlah titik.
Setelah menemukan sumber gangguan, PLN mengambil langkah sementara agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat kembali berjalan.
PLN mengalihkan suplai melalui jalur Susup dan wilayah sekitarnya. Langkah tersebut menjadi solusi sementara sembari petugas memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan.
“Untuk saat ini sudah kami atasi sementara dengan mengambil suplai dari jalur Susup dan sekitarnya. Perbaikan kabel saat ini masih terus berlangsung,” ujar Dimas.
Dengan pengalihan tersebut, PLN berupaya mengurangi dampak pemadaman terhadap aktivitas warga.
Meski begitu, PLN tetap harus menyelesaikan kerusakan pada kabel induk agar sistem kelistrikan kembali menggunakan jalur utama secara normal.
Di sisi lain, PLN Rayon Kepahiang menyiapkan penanganan lanjutan untuk memastikan jaringan kembali normal secara permanen.
Dimas menjelaskan bahwa PLN sementara mengandalkan jalur Susup untuk menjaga pasokan listrik warga.
Selanjutnya, petugas akan melakukan penyambungan kembali kabel induk yang mengalami kerusakan.
“Proses penyambungan ulang kabel induk yang rusak dijadwalkan bakal dilakukan pada 10 September mendatang,” jelas Dimas.
Jadwal tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak.
Karena itu, masyarakat di Kecamatan Tebat Karai masih perlu mengikuti informasi terbaru dari PLN mengenai perkembangan perbaikan jaringan.
Selain memperbaiki kabel induk, PLN juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan susulan.
Cuaca buruk dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, terutama di sekitar jalur jaringan listrik udara. Material pohon dan kayu yang jatuh ke jaringan dapat kembali mengganggu distribusi listrik.
PLN meminta masyarakat tetap berhati-hati ketika hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Kepahiang.
Listrik padam 24 jam di Tebat Karai menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat memberikan dampak besar terhadap jaringan kelistrikan.
Kini, masyarakat menunggu penyelesaian perbaikan kabel induk agar pasokan listrik tidak hanya kembali menyala, tetapi juga dapat beroperasi secara normal dan lebih stabil.
Jepretnews.com akan terus memantau perkembangan penanganan gangguan listrik di Kabupaten Kepahiang.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
