Kepahiang, Jepretnews.com – Situasi darurat sosial muncul di Kabupaten Kepahiang setelah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bengkulu memulangkan enam Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah bisa rawat jalan.
Tindakan ini mereka ambil lantaran kondisi rumah sakit sudah mencapai overkapasitas yang kritis. Akibatnya, beban berat penanganan ODGJ ini langsung jatuh ke pundak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang. Ironisnya, Dinsos minim anggaran untuk menangani krisis mendesak tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kepahiang, H. Helmi Johan, M.Pd, secara terbuka mengakui situasi yang mencekik ini. Beliau menyampaikan bahwa dana yang tersedia benar-benar minim.
“Kami tidak ada anggaran untuk biaya antar jemput maupun perawatan pasien ODGJ,” tegas Helmi Johan ditengah acara Sarasehan yang membahas masalah sosial. Kamis (9/10/2025).
Helmi Johan menjelaskan lebih detail tentang kronologi pemulangan pasien yang sudah bisa rawat jalan ini. Dia menuturkan, “Sekarang ada enam ODGJ dipulangkan dari RSJ karena sudah overkapasitas.” Penjelasannya lebih lanjut mengungkapkan bahwa Kepahiang menjadi wilayah penyumbang pasien ODGJ terbanyak di RSJ Bengkulu, faktor utama yang mempercepat kondisi kelebihan kapasitas tersebut.
Oleh karena itu, enam ODGJ asal Kepahiang terpaksa dikembalikan ke Dinsos. Hal ini menciptakan dilema besar di tengah keterbatasan finansial di Dinsos.
Situasi ini jelas-jelas mengancam upaya pemenuhan hak dasar warga dengan gangguan jiwa di Kepahiang. Helmi Johan secara gamblang menyatakan bahwa Dinsos tidak akan sanggup memikul tanggung jawab besar ini sendirian.
Anggaran yang sangat terbatas secara otomatis membuat Dinsos tidak mampu menjalankan fungsi sosialnya dengan maksimal di tengah tuntutan pelayanan yang kian mendesak.
“Tentu kasus ini diharapkan menjadi beban kita bersama, karena kalau dilimpahkan ke Dinsos, kami tidak akan terpikul akibat keterbatasan anggaran yang mencekik,” keluhnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan keras kepada seluruh pihak terkait dan pemangku kepentingan daerah untuk menambahkan anggaran Dinsos sesuai kebutuhan masyarakat.
Ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini.
