Jepretnews.com – Semangat gotong royong kembali menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat.
Saat jalan provinsi yang menghubungkan Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, hingga Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kabawetan tak kunjung mendapat perbaikan permanen, warga memilih tidak hanya mengeluh.
Mereka turun langsung memperbaiki jalan berlubang secara swadaya demi keselamatan bersama.
Aksi tersebut mendapat perhatian masyarakat karena sejalan dengan semangat membantu sesama.
Warga secara sukarela membawa peralatan sederhana dan material yang tersedia untuk menambal sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer itu diketahui mengalami banyak lubang dan kerusakan pada permukaan aspal.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat.
Salah seorang warga yang ikut bergotong royong, Alamsah, yang akrab disapa Bung Anca, menegaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat. Karena kondisinya banyak yang berlubang dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, kami berinisiatif bergotong royong memperbaikinya semampu kami. Harapannya pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen,” ujarnya.
Menurut warga, kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru. Kondisinya telah berlangsung cukup lama dan terus memburuk seiring tingginya curah hujan.
Akibatnya, mobilitas masyarakat menjadi terganggu, sementara risiko kecelakaan juga meningkat.
Selain itu, jalan tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat di wilayah Kepahiang dan Kabawetan.
Karena itu, kerusakan jalan juga berdampak pada kelancaran distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga perjalanan masyarakat sehari-hari.
Aksi gotong royong ini menjadi gambaran kuat bahwa masyarakat masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Di tengah keterbatasan, mereka memilih mencari solusi sementara agar jalan tetap dapat dilalui dengan lebih aman.
Di sisi lain, ruas tersebut merupakan jalan berstatus provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Karena itu, warga berharap upaya swadaya yang mereka lakukan dapat menjadi perhatian agar segera diikuti dengan penanganan permanen sesuai kewenangan.
Semangat tersebut juga dinilai sejalan dengan program “Bantu Rakyat” yang selama ini digaungkan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Warga berharap semangat membantu masyarakat itu dapat diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas Bogor Baru–Tangsi Duren.
Dengan jalan yang kembali layak dilalui, keselamatan pengguna jalan dapat meningkat, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, dan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepahiang dapat bergerak lebih optimal.
Bagi warga, gotong royong yang mereka lakukan bukan sekadar menambal lubang di jalan.
Aksi tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus harapan agar pembangunan infrastruktur dapat terus dipercepat demi kepentingan masyarakat luas.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
