Jepretnews.com – Di saat jutaan masyarakat Indonesia bersiap menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan dan kemeriahan, sebuah potret berbeda justru datang dari pelosok Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
Di Desa Damar Kencana, tiga anak sekolah dasar masih harus berjalan kaki melewati jalan tanah yang berlubang demi mengejar pendidikan.
Pemandangan tersebut menjadi perhatian setelah sebuah video yang dikirimkan akun Facebook Adeku Adesi kepada redaksi Jepretnews.com, Rabu (29/7/2026), memperlihatkan kondisi akses jalan yang jauh dari kata ideal.
Jalan itu belum dilapisi batu kerikil dan tampak dipenuhi lubang, sehingga menjadi tantangan bagi warga, terutama anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah.
Dalam rekaman video itu, tiga siswa SD bernama Ilham, Arga, dan Iman terlihat berjalan kaki dengan penuh semangat. Meski kondisi jalan belum memadai, ketiganya tetap melangkah menuju sekolah tanpa mengeluh.
Saat video direkam, cuaca di wilayah tersebut masih berada pada musim kemarau sehingga jalan tampak kering. Namun, kondisi itu diperkirakan hanya bersifat sementara.
Jika hujan turun, jalan tanah tersebut berpotensi berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui. Kondisi itu tentu dapat menghambat aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah.
Berdasarkan penelusuran redaksi, lokasi yang disebut dalam video berada di Desa Damar Kencana, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang. Potret tersebut menjadi gambaran bahwa masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar.
Di sela-sela pengambilan gambar, perekam video menyampaikan pesan yang kemudian menyita perhatian warganet. Sambil menunjukkan jalan yang dilalui anak-anak, ia menyampaikan harapan agar kondisi tersebut mendapat perhatian.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Inilah perjuangan penerus bangsa, penerus cita-cita bangsa Indonesia yang melangkahkan kaki ke sekolah. Semangat, semangat. Namanya siapa? Ilham. Itu? Arga, itu? Iman? Semangat ya. Sudah masuk belum sekolah? Belum, sebentar lagi. Damar Kencana punya cerita. Tolong Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Pemerintah Republik Indonesia,” ujar perekam video.
Ucapan tersebut menjadi bentuk harapan agar akses menuju sekolah dapat semakin baik sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman.
Indonesia hanya tinggal menghitung hari untuk kembali memperingati Hari Kemerdekaan. Berbagai daerah mulai memasang umbul-umbul, menghias lingkungan, hingga menyiapkan perlombaan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.
Namun, potret dari Desa Damar Kencana menghadirkan sisi lain yang mengundang renungan. Di balik kemeriahan perayaan, masih ada anak-anak yang harus berjuang melewati jalan tanah demi mendapatkan hak atas pendidikan.
Perjuangan Ilham, Arga, dan Iman menunjukkan bahwa semangat belajar tidak pernah padam meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur. Kisah mereka sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi harapan masyarakat di sejumlah daerah.
Akses jalan yang layak bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi penunjang penting bagi masa depan pendidikan anak-anak.
Menjelang HUT RI ke-81, cerita dari Damar Kencana seolah mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri, termasuk oleh anak-anak yang setiap pagi melangkah kaki di jalan tanah demi menggapai cita-cita.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
