• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Belum Terungkap, Tekanan Kian Mendesak! Massa Desak Polisi Buka ‘Tabir’ Kasus Sopiah Tanpa Sisa

Byadmin_jepretnews

Apr 7, 2026

Jepretnews.com – Desakan publik tak lagi bisa dibendung. Kasus kematian Almh. Sopiah terus memantik perhatian luas, bahkan memicu gelombang aksi langsung di depan Mapolres Kepahiang. Massa turun dengan satu pesan kuat, ungkap fakta, jangan sisakan ruang gelap.

Pada Selasa 7 April 2026 pukul 10.40 WIB, massa aksi mulai melakukan orasi secara terbuka. Mereka langsung menyampaikan tiga tuntutan utama yang dinilai krusial.

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kaur Terungkap, Ayah Tiri Diduga Pelaku Utama, Polisi Tegaskan Proses Hukum Tegas

Pertama, mereka mendesak kepolisian untuk mendalami dan mengungkap pelaku dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Almh. Sopiah, warga Desa Sungai Pinang, Musi Rawas.

Kedua, mereka menuntut transparansi seluas-luasnya dalam seluruh tahapan penyidikan agar publik tidak terus dibayangi spekulasi.

Istri Selingkuh Setelah Cerai Masih Punya Hak? Ini Fakta Hukum yang Jarang Diungkap!

Ketiga, mereka menegaskan agar Polri bekerja secara profesional, objektif, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Nada orasi terdengar tegas. Massa ingin kepastian, bukan sekadar janji.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, sebanyak 16 perwakilan massa diarahkan masuk ke Ruang Command Center Polres Kepahiang untuk melakukan audiensi langsung dengan Kapolres.

1:10 dari HIV!” Gonore Diam-Diam Menyebar di Kepahiang, Remaja Mulai Terdampak Dinkes Angkat Suara

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH S.Ik menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat Musi Rawas. Ia juga mengakui pentingnya dukungan moral dalam mengawal kasus ini.

“Kami berkomitmen tidak akan menutup-nutupi proses penyidikan dan personel kami telah bekerja maksimal di lapangan,” tegasnya.

Ratusan Pelajar Tumbang! Seleksi Paskibraka 2026 Kepahiang Resmi Dimulai, Hanya 35 yang Bertahan

Pernyataan itu menjadi sorotan, terutama di tengah meningkatnya tuntutan keterbukaan dari publik.

Koordinator Lapangan, Ahmad Tarsusi, menyampaikan apresiasi atas pengawalan dan sambutan humanis dari pihak kepolisian. Namun, ia tetap menekankan perlunya kejelasan konkret.

“Kami minta penjelasan progres penanganan kasus guna menghindari isu-isu liar atau intervensi dari pihak luar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa aksi ini murni gerakan kemanusiaan dari OKP dan masyarakat Musi Rawas. Bahkan, ia mengapresiasi langkah Polres Kepahiang yang sebelumnya telah menjalin komunikasi langsung di Lubuk Linggau.

Dalam sesi tanya jawab, massa menyampaikan keyakinan bahwa pelaku diduga lebih dari satu orang. Mereka pun mendesak kepastian waktu terkait hasil profiling. Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Bintang Yudha Gama memaparkan perkembangan penyidikan secara rinci.

Ia memastikan bahwa jenazah telah teridentifikasi sebagai Almh. Sopiah melalui kecocokan sidik jari serta konfirmasi pihak keluarga. Selain itu, autopsi telah dilaksanakan dan hasilnya telah disampaikan kepada keluarga, meskipun tidak dipublikasikan secara umum.

Lebih lanjut, dua unit Sat Reskrim telah diterjunkan ke Musi Rawas untuk mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan aparat setempat.

“Sampel DNA telah dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri dan saat ini masih menunggu hasil,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penyidikan menggunakan metode saintifik forensik digital guna menyusun kronologi peristiwa secara utuh dan presisi.

Setelah audiensi, pada pukul 13.15 WIB, massa bersama personel Polres Kepahiang bergerak menuju lokasi penemuan jenazah di kawasan Liku Sembilan, jalan lintas Kepahiang–Bengkulu.

Di lokasi tersebut, mereka melakukan penaburan bunga dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada korban. Kemudian, pada pukul 14.00 WIB, massa membubarkan diri secara tertib dan kembali ke Kota Lubuk Linggau.

Kasus ini bermula dari penemuan jenazah Sopiah pada 10 Maret 2026 di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil otopsi luar, korban diduga menjadi korban pembunuhan.

Kini, publik terus menanti. Komitmen keterbukaan telah disampaikan, namun satu pertanyaan tetap menggantung, kapan seluruh fakta benar-benar terungkap tanpa menyisakan tanda tanya?

Jepretnews.com akan terus mengabarkan setiap perkembangan terbaru secara berimbang dan berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.